Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mardya Shakti)
Dia dan rekan-rekannya mengaku sempat memisahkan dan mempertanyakan apa masalah yang terjadi. Namun, pelaku membentak dan meminta korban diam sertak tak ikut campur. Pelaku kemudian memukul salah satu teman korban dan hal itulah yang memicu perkelahian.
"Kami semua berdiri untuk melerai. Tapi pelaku malah memukul tanpa menjawab upaya mediasi dari kami," katanya.
Korban berjumlah 10 orang termasuk wanita yang saat itu ikut berkumpul dan tak luput dari pukulan pelaku. Di saat perkelahian terjadi, datang teman pelaku menggunakan motor yang diduga merupakan kendaraan dinas salah satu institusi.
Pada saat yang sama, salah satu pelaku tersebut langsung menyerang korban dengan membabi buta. Beberapa rekan korban yang berusaha menghentikan penyerangan, juga diancam dengan senjata api.
"Saya melihat korban dipukuli oleh tiga orang. Satu di bagian kepala, satu di bagian perut dan satu lagi di bagian kaki. Bahkan pada saat kami hendak menolong dan membawa korban yang sudah tampak sekarat, kami sempat dihadang oleh para pelaku," katanya.
Korban kemudian tak sadarkan dan. Teman-temannya kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Sari Asih untuk mendapatkan pertolongan pertama dan setelah akhirnya dirujuk ke RSUD Banten.