Pandeglang, IDN Times - Tim SAR gabungan memutuskan memperpanjang operasi pencarian delapan orang hilang kontak di perairan Selat Sunda selama tiga hari.
Keputusan itu diambil setelah pencarian selama tujuh hari hingga Senin (14/9/2026) belum menemukan keberadaan lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak sejak 7 September 2026, saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

1. Pemprov Banten meminta pencarian dilanjutkan
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan perpanjangan operasi dilakukan setelah pemerintah daerah meminta Basarnas melanjutkan pencarian dengan dukungan seluruh unsur terkait.
Dijelaskan Andra, berdasarkan Undang-Undang SAR Nomor 29 Tahun 2014, masa pencarian selama tujuh hari dapat diperpanjang atas sejumlah pertimbangan, di antaranya permintaan keluarga dan pemerintah daerah.
"Oleh karena itu, atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami memohon dan meminta kepada Basarnas, juga meminta dukungan dari Polda Banten dalam hal ini Polair, juga kepada Lanal Banten, dan seluruh stakeholders yang ada di Provinsi Banten untuk kiranya dapat melanjutkan operasi ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya.
Andra berharap hasil evaluasi pencarian selama tujuh hari dapat menjadi dasar untuk memaksimalkan pencarian pada tiga hari berikutnya. "Dengan harapan evaluasi terhadap tujuh hari ini kita maksimalkan, dan kemudian kita berupaya untuk bisa menemukan saudara-saudara kita," ujarnya.
2. Pencarian diperluas hingga Samudra Hindia
Sementara Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan, keputusan memperpanjang operasi diambil berdasarkan hasil evaluasi pencarian hingga hari ketujuh.
"Hasil evaluasi hasil operasi SAR yang hari ke-7 pada hari ini, yang kita laksanakan hingga saat ini masih nihil. Dan hasil rapat koordinasi tadi yang disampaikan Pak Gubernur, kita akan lanjutkan pencarian selama 3 hari ke depan," kata Al Amrad.
Menurutnya, tim melakukan evaluasi terhadap seluruh area yang telah disisir sejak hari pertama. Evaluasi juga mempertimbangkan data dari BMKG dan PVMBG, termasuk pergerakan arus yang menjadi dasar prediksi pencarian.
"Ya, seperti biasanya. Jadi kita sudah tadi menyampaikan dari hari pertama sampai dengan hari ke-7, itu kita evaluasi kembali apa yang menjadi tantangan-tantangan kita dan objek yang mana yang belum kita lalui, termasuk dengan perhitungan dari data BMKG, PVMBG seperti apa untuk pergeseran-pergeserannya," ujarnya. Pencarian tetap dilakukan menggunakan kapal dan pemantauan melalui udara. Namun, pelaksanaan pencarian melalui udara sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Al Amrad mengatakan kabut menjadi salah satu kendala dalam pencarian beberapa hari terakhir. Bahkan, helikopter yang telah disiapkan pada hari keenam tidak dapat diterbangkan karena kondisi cuaca.
"Seperti yang kita lihat bersama, beberapa hari ini juga kemarin di hari mulai hari ke-5, hari ke-6 kita terkendala kabut. Sehingga di hari ke-6 yang kita rencanakan untuk penerbangan heli ternyata heli sudah standby itu kondisi kabut tidak bisa memungkinkan untuk diterbangkan," katanya.
3. Alasan Tim SAR tak melakukan penyelaman saat pencarian
Selama masa pencarian, Tim SAR tidak melakukan penyelaman karena belum menemukan titik lokasi korban maupun speedboat yang digunakan delapan orang tersebut.
"Kalau untuk metode penyelaman, karena titik korban belum kita temukan, titik untuk speedboat belum kita temukan, itu belum bisa kita pastikan untuk menggunakan penyelaman," ujarnya.
Meski begitu, tim SAR tetap melakukan berbagai upaya untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian. Bahkan, tim sempat mendekati Gunung Anak Krakatau hingga radius tiga kilometer setelah berkoordinasi dengan PVMBG terkait kondisi aktivitas gunung.
"Dan tim kami tetap siap sampai dengan hal terburuk yang harus kita lakukan. Seperti kemarin, sampai dengan Gunung Anak Krakatau kita sudah mendekat memasuki radius 3 km berdasarkan hasil koordinasi kami dari rekan-rekan PVMBG bahwa pada saat itu tidak ada erupsi, kami mencoba masuk sampai ke sana," kata Al Amrad.
Selain kawasan Selat Sunda, pencarian pada hari keenam dan ketujuh juga telah diperluas hingga Samudra Hindia, mengikuti prediksi pergeseran arus dan target berdasarkan SAR Map.
"Hari ke-6 sampai dengan hari ke-7 sebenarnya kita sudah masuk di Samudra Hindia. Seperti tadi yang disampaikan, yang di daerah Bengkulu sudah kita sampai ke sana. Dalam artian, kita berdasarkan dengan SAR map prediction pergeseran arus dan target," ujarnya.
Lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas. Mereka berangkat bersama tiga kru speedboat, yakni Warta (55) sebagai kapten, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) sebagai pemandu wisata.
Curated For You
- Hari Terakhir Pencarian Jurnalis Hilang, SAR Kerahkan 18 Kapal-1 Helikopter14 Sep 2026, 15:01 WIB
- Ayah Bagus Berharap Kehadiran Prabowo dalam Pencarian Jurnalis Hilang12 Sep 2026, 11:54 WIB
- Wamenkomdigi Kerahkan Operator Seluler Cari Jurnalis di Selat Sunda12 Sep 2026, 16:28 WIB