Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pengamat Soroti Peresmian RS di Banten Habiskan Rp1,8 Miliar

Kota Serang
Pengamat Soroti Peresmian RS di Banten Habiskan Rp1,8 Miliar
Dok. Khaerul anwar
Share Article

Serang, IDN Times - Pengamat Kebijakan Publik, Adib Miftahul, kegiatan peresmian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilograng dan Labuan yang menghabiskan biaya Rp1,8 miliar merupakan pemborosan anggaran. Padahal, pemerintah pusat sudah mengintruksikan pemerintah daerah untuk mengurangi kegiatan yang bersifat seremonial.

Diketahui, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menggelontorkan anggaran masing-masing Rp900 juta untuk penyelenggaraan event organizer peresmian dua rumah sakit baru milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tersebut.

Kini kedua rumah sakit tersebut sudah mulai beroperasi. RSUD Cilograng di Kabupaten Lebak diresmikan pada tanggal 26 Mei 2015, sedangkan RSUD Labuan di Kabupaten Pandeglang diresmikan pada Rabu 28 Mei 2025.

1. Pejabat Pemprov Banten disebut tak bisa melaksanakan perintah pusat

Dok. Khaerul anwar
Dok. Khaerul anwar

Adib menyayangkan sikap pejabat Pemprov Banten tetap kekeuh menggelar kegiatan mewah yang menyedot anggaran besar di tengah efisiensi anggaran. Padahal, kegiatan peresmian rumah sakit itu bisa dilakukan secara sederhana dan menggeser anggaran ke kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat.

"Inilah sebenarnya, tipe-tipe feodal ASN kepala OPD Banten itu selalu terlihat, modelnya begitu, gak bisa mengejawantahkan perintah pemerintah pusat," kata Adib, Kamis (29/5/2025).

2. Jadi contoh buruk bagi pemerintah kabupaten dan kota

default-image.png
Default Image IDN

Adib mengatakan, hal ini akan menjadi preseden buruk bagi pemerintah kabupaten dan kota yang juga tengah melaksanakan instruksi presiden tentang efisensi anggaran.

"Kalau Pemprov masih begitu, gak bakal bisa tuh jadi contoh untuk tidak efisien, karena Pemprov nya sendiri supervisinya melakukan seperti itu," katanya.

3. Seharusnya anggaran itu digeser ke kegiatan yang lebih tepat sasaran

Ilustrasi anggaran (Sumber Gemini)
Ilustrasi anggaran (Sumber Gemini)

Menurut Adib, Pemprov Banten tidak memahami secara menyeluruh konsep efisiensi tersebut, sehingga masih ada kegiatan-kegiatan yang bersifat seremonial.

"Ini harusnya menjadi catatan Gubernur,  model-model seperti ini harusnya tidak ada lagi. Memang mereka juga tidak ngerti, karena memang otaknya untuk efisensi itu gak ada," katanya.

Adib menjelaskan, efisiensi merupakan bagaimana mengeluarkan anggaran secara tepat guna dan tepat sasaran.

"Tapi misalkan kalau di sini di efisien, tapi di acara seremonial masih terkesan mewah dan masih dilakukan berarti nggak efisien," katanya.

Sebelumnya Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, mengaku belum mengetahui peresmian dua rumah sakit baru milik Pemprov Banten tersebut menghabiskan anggaran hingga miliaran.

Namun, ia menegaskan akan mendalami anggaran peresmian tersebut. Sebab, kata dia setiap kegiatan harus efisien dan efektif.

"Nanti kita cek bener gak segitu.Kita cek apa betul itu. Nanti juga ada audit," kata Dimyati.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More