Serang, IDN Times - Provinsi Banten mencatat produksi pangan sebesar 1,88 juta ton pada 2025 dan masuk dalam delapan besar daerah penyumbang pangan nasional. Namun, tingginya produksi tersebut dinilai belum berbanding lurus dengan kesejahteraan petani karena sebagian besar nilai tambah justru dinikmati pelaku usaha di sektor hilir.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Banten yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Banten, Nasir, mengatakan mayoritas petani masih bergantung pada penjualan gabah dengan harga yang mengikuti ketentuan pemerintah, sementara keuntungan besar diperoleh setelah hasil panen diolah dan dipasarkan di luar daerah.
“Ilustrasinya, petani menunggu hampir empat bulan untuk panen, namun harga yang mereka terima hanya sesuai harga pokok pemerintah, Rp6.500 per kilogram,” kata Nasir, Senin (8/6/2026).
