Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penjaga sekolah merapikan meja saat banjir masih merendam ruang kelas di SD Negeri Pamarican 2, Kota Serang, Banten, Senin (5/1/2026). Menurut pihak sekolah, banjir yang terjadi sejak Jumat (2/1) tersebut hingga kini masih merendam enam ruang kelas dan satu ruang perpustakaan sehingga menyebabkan sebanyak 234 siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar secara daring di rumahnya
Penjaga sekolah merapikan meja saat banjir masih merendam ruang kelas di SD Negeri Pamarican 2, Kota Serang, Banten, Senin (5/1/2026). Menurut pihak sekolah, banjir yang terjadi sejak Jumat (2/1) tersebut hingga kini masih merendam enam ruang kelas dan satu ruang perpustakaan sehingga menyebabkan sebanyak 234 siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar secara daring di rumahnya (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Intinya sih...

  • Siswa SDN Pamarican 2 belajar jarak jauh karena banjir

  • Banjir menggenangi sekolah setelah hujan deras, siswa diarahkan untuk belajar dari rumah demi keselamatan

  • SDN Pamarican 1 juga dilanda banjir, pihak sekolah melakukan berbagai upaya antisipasi namun belum membuahkan hasil maksimal

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Serang, IDN Times - Siswa-siswa di SD Negeri (SDN) Pamarican 2, Kota Serang terpaksa menjalani pembelajaran jarak jauh di hari pertama masuk sekolah, setelah libur semester serta Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal itu karena area SDN Pamarican 2 masih digenangi banjir.

"Seharusnya hari ini siswa masuk, namun karena banjir, anak-anak belajar melalui daring. Guru-guru tetap hadir di sekolah untuk memberikan tugas dan memantau siswa yang sedang daring," kata Kepala SDN Pamarican 2 Kota Serang Subhi, seperti dikutip dari ANTARA, Senin (5/1/2026).

1. Siswa akan belajar jarak jauh, hingga banjir surut

enjaga sekolah menyelamatkan buku pelajaran saat banjir merendam ruang perpustakaan di SD Negeri Pamarican 2, Kota Serang, Banten, Senin (5/1/2026). Menurut pihak sekolah, banjir yang terjadi sejak Jumat (2/1) tersebut hingga kini masih merendam enam ruang kelas dan satu ruang perpustakaan sehingga menyebabkan sebanyak 234 siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar secara daring di rumahnya (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Banjir yang menggenangi sekolah tersebut terjadi setelah hujan deras sejak akhir pekan lalu ditambah buruknya sistem resapan air. Menurut Subhi, ketinggian air sempat mencapai lutut orang dewasa pada Sabtu dan Minggu lalu, menyebabkan enam ruang kelas, yakni kelas 1-6, dan perpustakaan terendam.

Ia menjelaskan sebanyak 234 siswa diperintahkan untuk belajar dari rumah sesuai arahan Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang yang telah meninjau lokasi. Kebijakan itu diambil demi keselamatan dan kesehatan para siswa.

"Kemungkinan belajar daring itu bisa berlangsung satu minggu atau lebih kalau keadaan turun hujan lagi," katanya.

2. SDN Pamarican 1 juga dilanda banjir

Penjaga sekolah merapikan meja saat banjir masih merendam ruang kelas di SD Negeri Pamarican 2, Kota Serang, Banten, Senin (5/1/2026). Menurut pihak sekolah, banjir yang terjadi sejak Jumat (2/1) tersebut hingga kini masih merendam enam ruang kelas dan satu ruang perpustakaan sehingga menyebabkan sebanyak 234 siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar secara daring di rumahnya. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Pihak sekolah mengaku telah melakukan berbagai upaya antisipasi, termasuk membuat bendungan kecil di area belakang sekolah, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal.

"Informasi dari pemerintah kota, insya Allah tahun ini mudah-mudahan bisa terealisasi pembangunan total. Rencananya tanah halaman sekolah akan disamakan tingginya dengan jalan," kata dia.

Kondisi serupa juga terjadi di SDN Pamarican 1 yang berlokasi tepat di sebelah SDN Pamarican 2, dimana sejumlah ruang kelas masih tampak tergenang air.

Editorial Team