SMK Waskito Tangani Dugaan Pelecehan Siswi

- Pihak sekolah mengaku sudah menangani kasus pelecehan seksual terhadap siswi SMK Waskito sejak laporan korban masuk, bahkan telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel.
- Pihak sekolah telah meminta keterangan korban dan mengantongi alat bukti, serta memberlakukan sanksi tegas terhadap terduga pelaku dengan langsung menonaktifkannya dari sekolah.
- Orangtua korban telah melaporkan kasus ini ke Polres Tangsel, dan aksi unjuk rasa siswa SMK Waskito juga dilakukan untuk menuntut penyelidikan yang tuntas agar korban mendapatkan keadilan.
Tangerang Selatan, IDN Times - Dugaan pelecehan seksual menimpa seorang siswi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Waskito. Humas Yayasan Waskito, Kristi mengatakan, pihaknya sudah menangani kasus ini, bahkan sejak korban melaporkan ke pihak sekolah.
“Iya dari pihak sekolah untuk kasus ini sudah ditangani semenjak saat siswa melapor, sudah kami tangani,” kata Kristi, Kamis (8/5/2025).
1. Yayasan Waskito mengklaim sudah meminta keterangan korban
Kristi mengaku, pihaknya mendapat laporan kasus tersebut pada awal April 2025. Untuk menangani kasus tersebut, kata Kristi, pihak sekolah sudah meminta keterangan korban.
Selain itu, pihak sekolah juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel. Kristi mengaku, pihaknya telah mengantongi alat bukti. Sanksi tegas terhadap terduga pelaku pun sudah dilakukan.
“Kita langsung menonaktifkan pelaku tersebut sampai kami dapat rekomendasi dinas pendidikan langkah apa yang harus kami lakukan sebagai sekolah,” kata Kristi.
2. Pihak sekolah membantah telah mengistimewakan terduga pelaku

Ilustrasi Kekerasan. (IDN Times/Mardya Shakti) Ia pun membantah pihak Yayasan Waskito mengistimewakan terduga pelaku, seperti informasi yang beredar di tengah publik. Selama proses penyelidikan masih berlangsung, terduga pelaku masih bersekolah, namun mengikuti ujian dari rumah.
Sebelumnya, orangtua korban telah melaporkan kasus pelecehan seksual ini ke Polres Tangsel pada Senin (5/5/2025).
3. Yayasan Waskito bantah istimewakan terduga pelaku

Ilustrasi TPPO. (IDN Times/Mardya Shakti) Kasus dugaan pelecehan seksual tersebut juga memicu aksi unjuk rasa sejumlah siswa SMK Waskito. Dalam video yang beredar, unjuk rasa itu digelar dalam area sekolah.
Dari dokumentasi video yang diterima, para siswa menggunakan seragam pramuka membawa spanduk-spanduk tuntutan. Tak disebutkan kapan siswa tersebut berunjuk rasa.
Dalam aksinya, mereka menuntut agar kasus pelecehan seksual dapat diusut tuntas sehingga korban mendapatkan keadilan. “Usut tuntas, usut tuntas, usut tuntas,” ujar teriakan para siswa sembari berlarian masuk ke dalam area sekolah.
Laporkan!
Jika kamu melihat atau mengetahui ada indikasi kekerasan dan eksploitasi yang dialami anak-anak dan perempuan, jangan diam dan laporkan!Berikut salah satu lembaga yang bisa kamu hubungi:
1. Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten
Komplek Griya Gilang Sakti, Blok B3, Sumur Pecung, Kota Serang, Banten
HP: 085211559388
2. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
Alamat:
Jl. Teuku Umar No. 10 Gondangdia Menteng Jakarta Pusat DKI Jakarta, IndonesiaTelepon: (+62) 021-319 015 56
Whatsapp: 0821-3677-2273
Fax: (+62) 021-390 0833
Email: pengaduan@kpai.go.id
3. Komnas Perempuan
Email: petugaspengaduan@komnasperempuan.go.id
Facebook: www.facebook.com/stopktpsekarang/
Twitter: @komnasperempuan
4. LBH APIK
Whatsapp: 0813-8882-2669 (WA only) mulai pukul 09.00-21.00 WIB
Email: PengaduanLBHAPIK@gmail.com
















