Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tim SAR Awasi Erupsi GAK saat Cari 8 Penumpang Speedboat Hilang Kontak
Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian para jurnalis tumpangi speedboat di perairan Selatan Sunda, Rabu (9/9/2026). (Dok. Basarnas Lampung).
  • Tim SAR gabungan masih mencari delapan penumpang speed boat yang hilang kontak di Selat Sunda, Pandeglang, sambil memperhitungkan letupan Gunung Anak Krakatau.
  • Basarnas menjaga jarak aman dari Anak Krakatau serta menentukan area pencarian berdasarkan posisi alut, arah angin, arus laut, sebaran abu, dan data gelombang BMKG.
  • Cuaca menjadi tantangan, tetapi pencarian tetap berlangsung hingga matahari terbenam karena jarak pandang; posko keluarga dan pos antemortem telah disiapkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pandeglang, IDN Times - Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap delapan orang yang berada di kapal cepat (speed boat) yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Dalam pencarian, Basarnas turut memperhitungkan perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan aktivitas erupsi menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan tim selama operasi pencarian. Sebab, GAK masih mengalami letupan.

“Kita perhatikan dengan perkembangan erupsi tersebut. Dari mulai hari Senin itu juga masih terjadi dua kali letupan. Dengan di hari Selasa juga sama seperti itu,” ujar Al Amrad, Rabu (9/9/2026).

1. Tim SAR atur jarak aman tim

Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian para jurnalis tumpangi speedboat di perairan Selatan Sunda, Rabu (9/9/2026). (Dok. Basarnas Lampung).

Al Amrad mengatakan, tim SAR tetap menjaga jarak aman dari Gunung Anak Krakatau selama melakukan pencarian. Penentuan area pencarian disesuaikan dengan posisi alat utama sistem (alut) yang digunakan tim.

Menurutnya, tim juga terus memonitor ketinggian letupan serta arah sebaran abu vulkanik GAK.

“Kami juga menjaga jarak aman, dalam artian membuat search area pencarian itu sesuai dengan posisi alut yang telah ditentukan,” katanya.

Basarnas juga mempertimbangkan arah angin dan arus laut untuk menentukan area pencarian.

“Fokusnya itu sesuai dengan menghitung arah angin terus dari waktu kejadian dan arus arah ke mana,” ujar Al Amrad.

2. Kondisi cuaca jadi tantangan pencarian

Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian para jurnalis tumpangi speedboat di perairan Selatan Sunda, Rabu (9/9/2026). (Dok. Basarnas Lampung).

Selain aktivitas vulkanik, kondisi cuaca juga menjadi tantangan bagi tim SAR. Meski demikian, Al Amrad memastikan kondisi tersebut tidak serta-merta membuat operasi pencarian dihentikan.

“Cuaca tetap menjadi tantangan buat kita. Tapi bukan berarti suatu pencarian harus kita hentikan,” katanya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Basarnas menentukan posisi alat utama sistem agar sesuai dengan kondisi cuaca di lapangan. Ketinggian gelombang juga menjadi salah satu pertimbangan berdasarkan data yang diterima dari BMKG.

“Kenapa kita membagi search di mana memposisikannya, kita sudah bisa menentukan ketinggian gelombang sesuai dengan data BMKG yang kita dapat,” tuturnya.

3. Pencarian dilakukan hingga matahari terbenam

5 jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda (Dok. Istimewa)

Al Amrad mengatakan, operasi pencarian pada hari tersebut dilakukan hingga matahari terbenam. Faktor jarak pandang (visibility) menjadi pertimbangan utama dalam menentukan batas waktu pencarian.

“Sampai dengan biasa kalau kita lakukan sampai dengan matahari terbenam, karena visibility,” ujarnya.

Hingga wawancara berlangsung, Al Amrad mengatakan tim di lapangan masih melakukan pencarian. Basarnas akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah personel kembali dari lokasi pencarian.

Menurut Al Amrad, keluarga para penumpang bahkan telah berdatangan sejak hari sebelumnya. “Sudah, dari kemarin sudah berdatangan,” katanya.

Selain posko untuk keluarga, tim juga telah menyiapkan pos antemortem untuk mengantisipasi proses identifikasi apabila penumpang ditemukan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article