Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tiang Trafo Roboh, Pemkot Tangsel Soroti Konstruksi PLN di Jalan Ceger

Kota Tangerang Selatan
3 min read
Tiang Trafo Roboh, Pemkot Tangsel Soroti Konstruksi PLN di Jalan Ceger
Proyek Pemkot Tangsel sebabkan trafo listrik roboh di Jalan Ceger Raya (IDN Times/Muhamad Iqbal)
  • Pemkot Tangsel menilai tiang dan trafo PLN di Jalan Ceger Raya roboh karena konstruksinya tak cukup menahan tanah labil akibat galian proyek long storage dan hujan deras.

  • Galian long storage dekat gardu PLN 400 KVA membuat tanah penopang terkikis oleh rembesan air, hingga tiang dan trafo roboh menimpa rumah warga.

  • Long storage sepanjang sekitar 80 meter dibangun untuk mengatasi genangan Ceger; pelaksana proyek diminta menanggung kerusakan rumah, sementara PLN mengevakuasi aset dan mengamankan lokasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang Selatan, IDN Times – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyoroti konstruksi tiang listrik dan trafo milik PLN yang roboh hingga menimpa rumah warga di Jalan Ceger Raya, Pondok Aren. Pemkot menilai konstruksi tiang tersebut tidak cukup kuat menahan perubahan kondisi tanah di sekitar galian proyek long storage apalagi saat kejadian hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Kepala Bidang Sumber Daya Air DSDABMBK Tangsel, Eka Pribawa Achirudin mengatakan, pihaknya sebelumnya telah berkoordinasi dengan PLN terkait keberadaan aset kelistrikan di lokasi proyek.

Menurut Eka, PLN sempat meminta agar pihak pelaksana berkoordinasi apabila pembangunan dilakukan di sekitar aset milik perusahaan listrik tersebut.

“Ya dia bilang begini, ‘Kalau misalnya lagi mau ngebangun, omong ke saya, Pak.’ Ya kan? Ya namanya kan di pinggir kan apa namanya ini dalam, kan namanya juga ada gardu,” kata Eka.

Namun, setelah galian dibuat, Eka menyebut kondisi konstruksi tiang ternyata tidak memiliki penahan yang cukup untuk menghadapi perubahan struktur tanah di sekitarnya.

“Ternyata nggak ada dalam, sama aja kayak tiang listrik yang ada, kedorong,” ujarnya.

  1. 1. Tiang diduga terdorong tanah yang terkikis

    Eka menjelaskan, galian proyek berada cukup dekat dengan posisi tiang dan gardu PLN. Ketika hujan deras mengguyur kawasan Pondok Aren, air merembes ke tanah di sekitar galian.

    Kondisi tersebut membuat tanah yang sebelumnya menopang struktur tiang menjadi terkikis dan labil.

    “Kedorong, ketarik. Iya. Kan ya kan nahan tanah tuh sebelumnya,” kata Eka.

    Menurutnya, kondisi tersebut yang kemudian membuat tiang listrik beserta trafo kehilangan daya dukung dan roboh.

    Penjelasan itu sejalan dengan kondisi di lapangan, di mana posisi gardu PLN berada sangat dekat dengan galian proyek long storage. Gardu berkapasitas 400 KVA tersebut kemudian roboh dan menimpa rumah warga.

  2. 2. Pemkot bangun long storage untuk atasi genangan

    IMG_8309.jpeg
    Proyek Pemkot Tangsel sebabkan trafo listrik roboh di Jalan Ceger Raya (IDN Times/Muhamad Iqbal)

    Eka menjelaskan, galian tersebut merupakan bagian dari pembangunan long storage di Jalan Ceger. Infrastruktur itu dibuat untuk menampung air yang selama ini kerap menggenangi kawasan sekitar Pasar Ceger dan jalan di sekitarnya.

    Long storage tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar 80 meter dengan dimensi galian sekitar 1,2 x 1,2 meter. Konsepnya bukan mengalirkan air secara langsung, melainkan menampung air sementara sebelum kemudian dipompa.

    “Kalau konsep long storage, long storage itu adalah kolam tampungan yang memanjang. Nah, itu dibangun di lahan-lahan yang ada banjir atau genangan,” jelasnya.

    Air dari kawasan sekitar nantinya ditampung di long storage sebelum dialirkan menggunakan pompa menuju Kali Ciputat.

    Menurut Eka, pembangunan tersebut dilakukan karena Jalan Ceger selama ini menjadi salah satu lokasi yang kerap mengalami genangan.

    “Biar nggak genang di jalan lagi kan. Selama ini kan ininya genang, jadi genang di jalan dia,” ujarnya.

  3. 3. Kontraktor diminta tanggung kerugian warga

    Eka memastikan kerusakan rumah warga akibat robohnya tiang dan trafo akan menjadi tanggung jawab pelaksana proyek.

    “Terus nanti untuk kerugian rumah ditanggung sama pelaksana,” katanya.

    Menurut dia, nilai kerugian nantinya akan dihitung berdasarkan kerusakan yang ditimbulkan. Setelah itu, perbaikan rumah warga akan dilakukan sesuai hasil perhitungan.

    “Udah ada, tinggal nanti dihitung berapa kerugian, berapa yang harus dibenerin, berapa rupiah,” ujarnya.

    Eka menyebut pembangunan long storage tersebut merupakan bagian dari penanganan banjir di kawasan Ceger. Untuk pekerjaan pada bagian yang ditanyakan, ia menyebut nilai kontraknya berada di kisaran ratusan juta rupiah, sekitar Rp800 juta.

    Sebelumnya, Pemkot Tangsel memang tengah memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan Pasar Ceger melalui pembangunan turap, pompa, dan long storage.

    Sementara itu, robohnya tiang dan trafo PLN terjadi pada Minggu (1/11/2026) malam setelah hujan deras mengguyur kawasan Pondok Aren. Petugas PLN kemudian melakukan evakuasi terhadap tiang dan trafo yang roboh serta mengamankan lokasi.

Related Articles

See More