Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
UPH Kukuhkan 5 Guru Besar, Dorong Solusi Ilmiah untuk Kemajuan Bangsa
UPH Kukuhkan 5 Guru Besar, Dorong Solusi Ilmiah untuk Kemajuan Bangsa (Dok. UPH)
  • UPH resmi mengukuhkan lima guru besar dari berbagai bidang ilmu sebagai wujud komitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan kontribusi bagi pembangunan nasional.
  • Pengukuhan ini menambah total profesor UPH menjadi 45 orang, menandai tonggak penting dalam pengembangan akademik dan tanggung jawab ilmiah kampus.
  • Para guru besar menyampaikan gagasan strategis seperti antikorupsi berbasis karakter, pariwisata inklusif, etika politik, inovasi AI di pendidikan, serta penguatan audit keuangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN TimesUniversitas Pelita Harapan (UPH) resmi mengukuhkan lima guru besar dari berbagai disiplin ilmu. Pengukuhan ini menjadi bagian dari komitmen UPH dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Lima profesor yang dikukuhkan berasal dari bidang pendidikan, pariwisata, ilmu politik, audit forensik, hingga manajemen sumber daya manusia.

Mereka adalah, Prof. Khoe Yao Tung (Pendidikan), Prof. Juliana (Hospitality dan Pariwisata), Prof. Thomas Tokan Pureklolon (Ilmu Politik), Prof. Tanggor Sihombing (Audit dan Forensik Keuangan) dan Prof. Ardi (Manajemen SDM).

1. Total profesor UPH kini capai 45 orang

Ilustrasi kampus Universitas Pelita Harapan (UPH) (www.uph.edu/id)

Rektor UPH, Jonathan L. Parapak menyebut, pengukuhan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan akademik kampus. “Dengan pengukuhan lima profesor kali ini, UPH telah memiliki 45 profesor,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Ia menilai, pencapaian ini bukan sekadar gelar akademik, tetapi juga bentuk tanggung jawab untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

2. Dorong solusi nyata dari dunia akademik

UPH Kukuhkan 5 Guru Besar, Dorong Solusi Ilmiah untuk Kemajuan Bangsa (Dok. UPH)

Sejumlah gagasan strategis turut disampaikan para guru besar, mulai dari pendekatan antikorupsi berbasis pembentukan karakter, pengembangan pariwisata inklusif, hingga pentingnya etika dalam kekuasaan politik.

Selain itu, inovasi di bidang pendidikan berbasis Artificial Intelligence (AI) dan penguatan audit keuangan juga menjadi sorotan dalam orasi ilmiah mereka.

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengapresiasi pencapaian tersebut. Ia menekankan bahwa peran guru besar tidak hanya terbatas di kampus.

“Guru besar harus hadir menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.

Editorial Team