Serang, IDN Times – Kericuhan yang diduga melibatkan pendukung Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali terjadi di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang. Insiden terjadi saat kegiatan silaturahmi dan roadshow yang digelar Viking Serang Banten pada Senin (8/6/2026) dini hari.
Ketua Viking Serang Banten, Ogi Pratama, mengatakan peristiwa itu terjadi ketika kegiatan yang berlangsung di rumah salah satu anggota Viking hampir selesai dilaksanakan. Saat itu para peserta tengah bersiap untuk makan bersama setelah acara berakhir sekitar pukul 00.00 WIB.
Viking dan Jakmania Bentrok di Serang, Balita Ikut Jadi Korban

1. Keributan dipicu anggota The Jak diduga berusaha mencopot bendera Viking
Menurut Ogi, rombongan sepeda motor yang diduga berjumlah lebih dari 20 kendaraan melintas di lokasi kegiatan. Ia mengklaim di antara rombongan tersebut terdapat salah seorang pengurus The Jakmania Kabupaten Serang berinisial R.
Saat melintas, kata dia, sejumlah orang diduga berusaha mengambil bendera Viking yang terpasang di rumah anggota. Upaya mempertahankan bendera tersebut disebut memicu keributan hingga berujung dugaan aksi pemukulan menggunakan helm dan potongan kayu.
"Akibat kejadian itu, dua anggota Viking mengalami luka-luka. Seorang korban mengalami sobekan pada bagian bibir, sementara korban lainnya mengalami memar di pelipis. Keduanya kemudian menjalani visum di Rumah Sakit Bhayangkara," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).
2. Balita turut jadi korban dalam insiden itu
Tak hanya itu, seorang balita berusia dua tahun yang berada di lokasi dilaporkan terjatuh dan sempat terinjak saat kepanikan terjadi. Sementara seorang anak berusia tujuh tahun mengalami trauma setelah menyaksikan keributan tersebut.
“Anak saya yang berusia dua tahun terjatuh saat kejadian. Saya langsung memeluknya. Saat itu darah dari korban mengenai anak saya. Adapun anak saya yang berusia tujuh tahun mengalami syok karena melihat penyerangan tersebut,” kata Ogi.
3. Viking Serang bakal menempuh jalur hukum
Pihak Viking Kabupaten Serang menyatakan akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian.
Sementara itu, Kapolsek Kragilan, Kompol Dwi Hary Bagio Sunarko, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait dugaan keributan tersebut.
Menurutnya, pada malam yang sama petugas gabungan tengah melakukan pengamanan kegiatan peringatan hari ulang tahun ke-13 The Jakmania di Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan. Kegiatan tersebut, kata dia, berlangsung aman dan kondusif.
Dwi menjelaskan, rombongan peserta kemudian membubarkan diri dengan melakukan arak-arakan kendaraan di sejumlah ruas jalan. Namun, pihak kepolisian tidak menerima laporan terkait dugaan bentrokan yang disebut terjadi usai kegiatan tersebut.
“Kalau memang ada korban atau masyarakat yang mengetahui adanya tindak pidana, silakan segera melapor agar bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap gangguan keamanan dan ketertiban melalui layanan darurat 110.