Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Viral Pelecehan di Soetta, Polisi Kantongi Identitas Oknum Petugas

Kab. Tangerang
Viral Pelecehan di Soetta, Polisi Kantongi Identitas Oknum Petugas
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
Share Article

Tangerang, IDN Times - Jajaran Polres Bandara Soekarno-Hatta telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mendalami dugaan pemerasan yang disertai pelecehan penumpang di bandara tersebut. Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengungkap, pihaknya sudah mengantongi identitas oknum petugas yang berinisial E itu. 

Untuk mendalami siapa E, Adi menyebut, pihaknya mengontak Ikatan Dokter Indonesia (IDI). "Untuk memastikan pelaku yang dilaporkan berinisial E ini apakah memang sudah dokter atau belum," kata Adi pada Senin (21/9/2020).

  1. 1. Polisi sudah kantongi alamat dan nomor telepon terduga pelaku E

    Calon penumpang antre saat melakukan check in di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (9/9/2020)/ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
    Calon penumpang antre saat melakukan check in di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (9/9/2020)/ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    Adi memastikan pihaknya telah mengantongi identitas terduga pelaku yang berinisial E. "Sekaligus alamat dan nomor teleponnya," tuturnya. 

    Pihaknya pun akan melakukan penyelidikan lebih lanjut usai pelaporan korban LHI diterima. "Laporan polisi resminya diduga korban LHI sebagai dasar dilakukan penyelidikan dan penyidikan untuk cukup bukti dilakukannya penyelidikan," jelasnya.

  2. 2. Polres Bandara Soetta berkoordinasi dengan AOCC Hingga Kimia Farma

    ilustrasi apotek (IDN Times/Imam Rosidin)
    ilustrasi apotek (IDN Times/Imam Rosidin)

    Selain dengan IDI, Adi menuturkan, pihaknya juga telah menghubungi berbagai pihak Airport Operation Control Center (AOCC) untuk memastikan peristiwa tersebut.  

    "Kami sudah berkoordinasi dengan AOCC terkait CCTV, untuk menentukan titik terang apakah yang disampaikan LHI ini benar apa enggak," ujar Adi.

    Tak hanya itu, pihaknya juga telah menghubungi pihak PT Kimia Farma selaku perusahaan penyelenggara rapid test di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

  3. 3. Polisi jemput bola ke kediaman LHI di Bali

    Ilustrasi rapid test di bandara (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
    Ilustrasi rapid test di bandara (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

    Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan jemput bola ke kediaman diduga korban yang berada di Bali.

    "Kita hubungi diduga korban, beliau mengatakan saat ini tengah ada di rumahnya yang ada di Bali dan khawatir datang ke Polres Bandara Soekarno-Hatta, sehingga kita lakukan jemput bola," kata Adi.

  4. 4. Polisi kantong identitas lengkap terduga pelaku

    IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
    IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

    Diberitakan sebelumnya, sebuah postingan di akun Twitter @listongs pada Jumat (18/9/2020) menjadi viral dan menceritakan dugaan dugaan pelecehan seksual yang dialaminya saat hendak melakukan rapid test di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

    Akun tersebut menulis bahwa dirinya mengalami dugaan pelecehan yang dilakukan oleh seorang pria yang diduga petugas rapid test pada Minggu, 13 September 2020.

    Diceritakannya, pria yang melakukan rapid test kepada dirinya mengklaim bahwa hasil yang didapatkan adalah reaktif. Namun, sang pria yang diduga pelaku tersebut menawarkan untuk mengubah hasil test tersebut menjadi non reaktif asalkan wanita tersebut mau membayar sejumlah uang.

    Selain diminta sejumlah uang, akun tersebut juga mengaku mendapatkan pelecehan seksual dari oknum petugas rapid test tersebut. 

    Hingga kini, postingan tersebut disukai 54 ribu orang dan mendapat 1.009 komentar dari pengguna media sosial Twitter. 

Share Article

Related Articles

See More