Wamenkes, Benyamin Paulus Octavianus meresmikan Pos Pelayanan Kekarantinaan Kesehatan di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Selain mencegah masuknya virus, Pos PKK juga dilengkapi fasilitas kedaruratan seperti tempat tidur triase, alat Elektrokardiogram (EKG), monitor pasien yang memuat detak jantung, tekanan darah, saturasi oksigen, laju pernapasan, hingga suhu tubuh pasien. Selain itu, Pos PKK dilengkapi ruangan laboratorium, hingga ruang karantina bagi pasien yang tercurigai tertular virus menular.
"Ruang laboratoriumnya pun bukan hanya rapid ya, tapi sudah bisa memeriksa hingga molekular sehingga lebih akurat," kata Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini.
Pos PKK juga memiliki penyaring udara HEPA filter untuk membunuh virus dan bakteri agar tidak menyebar melalui udara di sekitarnya. Selain itu, pendingin udara di sini juga tidak terpusat sehingga udara yang ada di dalam Pos PKK tidak berpotensi tersebar di seluruh area bandara.
"Karena di situ kan ada kemungkinan adanya virus, bakteri, dan sebagainya. Ini AC-nya sudah terpisah, termasuk ada dekontaminasi yang kita sebut dengan HEPA filter," pungkasnya.