Maiyah bercerita bahwa suaminya bekerja sebagai petugas keamanan outsourcing di daerah Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten. Karena tak ada kendaraan, sang suami berangkat menggunakan kendaraan umum. Menurut Maiyah, butuh 1 jam bagi suaminya tiba di tempat kerja.
Setiap bulan, sang suami memang mendapat gaji sekitar Rp3 juta. Namun, kata Maiyah, gaji itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pasangan ini bersama tiga anak mereka.
Saat pandemik COVID-19 ini, keluarga tersebut mengaku belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, baik Pemkab Serang maupun Pemprov Banten.
"Enggak ada bantuan (dari pemerintah), ada gek tahun 2012, dapet bantuan Rp 2 juta, katanya setahun satu kali, cuma sekali itu dapat bantuannya. Belum ada yang ngasih bantuan, PKH, Jamsosratu, enggak ada bantuan," kata Maiyah, ditemui dirumahnya, Sabtu (9/5).