Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tenun Sumba Buatan Ghea Panggabean Ditampilkan di Runway JF3 2023

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Tangerang, IDN Times - JF3 Fashion Festival 2023 kembali digelar dan kali ini dihadirkan di Summarecon Mall Serpong (SMS) Kabupaten Tangerang. Dalam Gelaran yang berlangsung dari 5-19 Juli 2023 tersebut, para desainer Indonesia menampilkan berbagai koleksi karya mereka. 

Salah satunya, desainer senior Ghea Panggabean. Mengusung tema Weaving Dreams, Ghea Panggabean ingin membawa tenun Sumba untuk dipamerkan menjadi produk fashion yang lebih modern.

"Saya selalu mengangkat tema tentang Wasra Nusantara namun untuk gaya lebih modern karena itu kecintaan saya, di mana saya selalu ingin berpartisipasi mengangkat kain dalam negeri, kali ini temanya Lain Tenun Sumba," ujar Ghea Panggabean, Senin malam (17/7/2023).

1. Ada 28 koleksi yang dipamerkan di panggung catwalk

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Ghea mengungkapkan, ada 28 koleksinya yang akan dipamerkan pada panggung catwalk kali ini. Di mana, seluruhnya memiliki sentuhan kain Sumba.

"Tidak semua yang dipamerkan dibuat oleh tangan, namun dipastikan ada kain Sumba yang benar-benar ditenun oleh penenun Sumba," kata Ghea.

Adapun, berbagai model baju dan aksesorisnya bergambar khas tenun Sumba, yakni kuda dan ayam Sumba. Motif tersebut dipadupadankan menjadi outer, inner, topi, ikat pinggang, sepatu, sendal, tas dan lain sebagainya.

2. Ghea ingin menggambarkan kekuatan wanita Sumba

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Menurut Ghea, tertariknya ia mengangkat kain Sumba dalam JF3 2023 ini lantaran ingin menunjukkan keindahan dan kekuatan wanita Sumba. Di mana, meski dalam pulau terpencil, namun nama kain Sumba dan pulaunya terdengar hingga ke luar negeri.

"Bahkan, ada kolektor dari luar negeri yang memajang kain Sumba untuk dikoleksi, ini menunjukkan bahwa lain Sumba memiliki keindahan dan kualitas yang tak kalah dengan produk fashion dari negara lain," jelas Ghea.

Selain itu, kata Ghea, dirinya ingin merepresentasikan kekuatan wanita Sumba dalam koleksi yang akan dipamerkan nanti. Di mana, ia ingin menunjukkan bahwa lain Sumba bisa dipadupadankan dengan model fashion modern.

"Nanti akan ada 'Pahikung', di mana itu adalah tenun berbentuk kain songket yang digunakan untuk perempuan, dan 'Hinggi' yang juga tenun songket namun lebih lebar, yang digunakan oleh laki-laki," tuturnya.

Dalam peragaan tersebut, para model menggunakan berbagai koleksi Ghea mulai dari baju, selempang, sepatu, sendal, gelang, ikat pinggang, dan lain sebagainya. 

3. Catwalk dibuat unik: tanpa panggung

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Sementara itu, Treshia Mareta, selaku Advisor JF3 mengatakan, terdapat hal yang berbeda dari JF3 2023 di Summarecon Mall Serpong ini, pasalnya panggung catwalk atau runway-nya tak memiliki panggung seperti runway pada umumnya melainkan menggunakan gedung parkir dan karpet merah. Hal tersebut bertujuan agar tema yang diusung kali ini yakni Power to Empower di mana akan menonjolkan fashion yang dipamerkan oleh model saat catwalk.

"Sehingga menstimulasi kreator kita agar mempresentasikan lebih menarik, ini penting agar bagaimana audiens ini tertarik melihat kita, ini jadi satu pemikiran juga karena fashion show adalah entertainment, bisnisnya nanti, audiensnya tertarik baru terjadi, bola berputar," jelasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest Life Banten

See More

Ada Rumah Ala Prancis di Tangerang, Harga Mulai Rp4,3 Miliar

20 Nov 2025, 16:32 WIBLife