Jembatan Penghubung ke Ujung Kulon Amblas Usai Hujan Deras

- Jembatan Babakan di Desa Waringin Jaya, Pandeglang amblas setelah hujan deras menyebabkan air sungai meluap dan mengikis tanah penyangga hingga arus lalu lintas tersendat.
- Kerusakan jembatan mengganggu akses utama warga menuju kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, sementara kendaraan besar tidak dapat melintas dan hanya kendaraan kecil yang masih bisa lewat.
- Pemerintah kecamatan menyiapkan jalur alternatif melalui Citeureup–Tanjung Lesung–Sumur serta jalur desa Katumbiri untuk antisipasi jika jembatan tak bisa digunakan sepenuhnya.
Serang, IDN Times – Jembatan Babakan di Desa Waringin Jaya, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten, amblas pada Senin (9/3/2026) malam. Akibatnya, arus lalu lintas di Jalan Raya Cigeulis–Cibaliung menuju Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dan arah sebaliknya tersendat.
Saat ini kendaraan hanya bisa melintas melalui satu lajur dan terbatas untuk sepeda motor serta mobil kecil.
1. Air meluap dan mengikis tanah penyangga jembatan

Salah seorang warga setempat, Adang mengatakan, jembatan tersebut amblas setelah hujan deras mengguyur wilayah Pandeglang dan menyebabkan air sungai di bawah jembatan meluap hingga mengikis tanah penyangga.
“Semalam kejadiannya sekitar jam 10 malam. Hujan terus mengguyur, air sungai meluap, tanah di bawah jembatan terkikis. Awalnya jalannya retak-retak dulu, lalu ambruk,” kata Adang, Selasa (10/3/2026).
2. Kerusakan jembatan itu mengganggu akses utama warga Pandeglang selatan, terutama TNUK

Menurutnya, jembatan tersebut merupakan akses utama masyarakat di wilayah Pandeglang Selatan sehingga kerusakan itu ngganggu aktivitas warga. Dia berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan itu. “Supaya kendaraan bisa lewat dengan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Cigeulis, Hafidz mengatakan, kondisi jembatan masih dapat dilalui meski terbatas.
“Untuk kondisi saat ini masih bisa dilewati kendaraan kecil dengan hati-hati. Tapi untuk kendaraan besar seperti truk atau fuso tidak bisa lewat,” katanya.
3. Pemerintah menyiapkan jalur alternatif

Namun demikian, ia mengaku khawatir terjadi longsor susulan karena curah hujan di wilayah Pandeglang masih cukup tinggi karena fondasi di bawah jembatan itu berpotensi longsor susulan. "Takutnya jembatan yang sebelahnya ikut amblas,” jelas Hafidz.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah kecamatan telah menyiapkan jalur alternatif apabila Jembatan Babakan tidak dapat dilalui sama sekali. “Kalau sampai tidak bisa digunakan, masyarakat tujuan Cibaliung, Cimanggu, Sumur atau sebaliknya bisa melalui jalur alternatif,” katanya.
Menurut Hafidz, pengendara bisa melintas melalui jalur nasional Citeureup–Tanjung Lesung–Sumur. Selain itu, terdapat jalur desa di Katumbiri yang masih bisa dilalui kendaraan kecil.
Ia berharap pemerintah segera menangani kerusakan jembatan tersebut, mengingat jalur tersebut merupakan akses utama masyarakat di wilayah Pandeglang Selatan, terutama menjelang arus mudik Lebaran.
“Harapannya segera ditangani, karena ini jalur utama masyarakat di wilayah selatan dan menjelang lebaran pasti akan digunakan untuk mudik,” kata dia.


















