Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jalani Vonis 18 Tahun, Zul Zivilia Nyanyi 'Bendera' di Depan Menteri

Jalani Vonis 18 Tahun, Zul Zivilia Nyanyi 'Bendera' di Depan Menteri
Zulkifli alias Zul, vokalis Zivilia tampil di depan Menteri Imipas, Agus Andrianto pada tasyakuran Hari Bakti Permasyarakatan ke-62 (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Intinya Sih
  • Zul Zivilia, yang sedang menjalani hukuman 18 tahun karena kasus narkoba, tampil menyanyi di acara Hari Bakti Imigrasi ke-62 di hadapan Menteri Imipas dan sejumlah pejabat.
  • Menteri Agus Andrianto menegaskan pemasyarakatan kini berfokus pada pembinaan manusia agar tetap produktif dan kreatif, sejalan dengan paradigma hukum yang lebih restoratif dan rehabilitatif.
  • Kementerian meluncurkan 15 program aksi dengan 8 fokus utama, termasuk pemberantasan narkoba di lapas, pengurangan over kapasitas, kemandirian pangan, pendidikan kesetaraan, serta efisiensi energi ramah lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tangerang, IDN Times - Zulkifli alias Zul, vokalis grup band Zivilia tampil di depan Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan, Agus Andrianto saat Tasyakuran Hari Bakti Imigrasi ke-62 di Sekolah Tinggi Ilmu Permasyarakatan, Senin (27/4/2026). Diketahui, Zul divonis 18 tahun penjara dan telah menjalani hukumannya sejak Maret 2019 karena kasus narkoba.

Pantauan IDN Times di lokasi, Zul tampil apik dengan iringan tari dari penari di lingkup permasyarakatan. Dengan membawa gitar berwarna putih tulang, Zul tampil semangat memainkan gitar elektriknya dengan menyanyikan 2 lagu.

Pertama, Zul menyanyikan lagu peringatan Hari Bakti Permasyarakatan bersama 4 pelajar dari STIP. Zul terlihat memimpin di awal, selanjutnya bernyanyi bergantian.

Lagu kedua, Zul menyanyi sendiri dengan membawakan lagu 'Bendera' yang dipopulerkan oleh Band Cokelat. Ia tampil energik sembari sesekali melompat seperti tampil di depan fansnya. Zul tak terlihat gugup, meski Menteri Imipas, Menteri Sosial, dan banyak pejabat lainnya memperhatikan penampilannya.

1. Warga binaan dilatih tetap produktif di dalam lapas

Zul Zivilia tampil di depan Menteri Imipas
Zulkifli alias Zul, vokalis Zivilia tampil di depan Menteri Imipas, Agus Andrianto pada tasyakuran Hari Bakti Permasyarakatan ke-62 (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan, Agus Andrianto mengungkapkan, dalam 62 tahun transformasi permasyarakatan sejak era Hindia-Belanda, permasyarakatan terus berkembang lebih baik terutama dalam memanusiaskan manusia. Saat ini, warga binaan di dalam lapas terus terus didorong untuk tetap produktif dan kreatif meskipun tengah menjalani masa hukuman, misalnya dengan balai latihan kerja.

"Karena yang kami layani adalah manusia, maka petugasnya pun harus bisa memanusiakan manusia," katanya.

2. Lapas saat ini didorong untuk membangun kembali jati diri manusia

Zul Zivilia tampil di depan Menteri Imipas
Zulkifli alias Zul, vokalis Zivilia tampil di depan Menteri Imipas, Agus Andrianto pada tasyakuran Hari Bakti Permasyarakatan ke-62 (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Agus menuturkan, saat ini pemasyarakatan bukan sekadar urusan penjara, melainkan tentang membangun kembali jati diri manusia, memberikan harapan, dan menghadirkan keadilan restoratif. Perubahan Paradigma Hukum ini sesuai dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

"Paradigma hukum pidana bergeser dari retributif (pembalasan) menjadi keadilan restoratif dan rehabilitatif yang mengedepankan pemulihan," ungkapnya.

3. Ada 8 fokus utama di bidang permasyarakatan

Menteri Imipas, Agus Andrianto
Menteri Imipas, Agus Andrianto (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Adapun, program akselerasi yang dilakukan sebagai wujud dukungan terhadap visi Asta Cita Presiden, kementerian meluncurkan 15 program aksi, dengan 8 fokus utama di bidang pemasyarakatan, yaitu; memberantas peredaran narkoba dan penipuan di Lapas/Rutan, mengatasi masalah over capacity dan over crowded, mewujudkan kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di lahan Lapas yang menganggur, membangun dapur sehat dan memberdayakan warga binaan bersertifikat untuk mendukung program makan bergizi gratis, pemasaran produk karya warga binaan melalui koperasi dan UMKM, pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan, efisiensi energi melalui pemanfaatan energi baru terbarukan seperti panel surya dan biogas, terutama di daerah 3T.

"Serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan bakti sosial bagi masyarakat sekitar unit pelaksana teknis," ungkapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More