Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

1.515 Warga Baduy Ikuti Seba 2026, Jalan Kaki Serahkan Hasil Bumi

1.515 Warga Baduy Ikuti Seba 2026, Jalan Kaki Serahkan Hasil Bumi
Ribuan warga adat Baduy mengikuti tradisi Seba (IDN Times/Muhamad Iqbal)
Intinya Sih

  • Sebanyak 1.515 warga Baduy mengikuti tradisi Seba Baduy 2026 dengan berjalan kaki menyerahkan hasil bumi kepada pemerintah sebagai simbol silaturahmi dan penghormatan.
  • Perwakilan dari Baduy Dalam dan Luar hadir lengkap dengan pakaian adat, membawa hasil bumi seperti padi dan gula aren untuk diserahkan di Pendopo Bupati Lebak.
  • Tradisi tahunan ini berlangsung di Lebak dan Serang, menjadi wujud pelestarian nilai budaya, spiritualitas, serta kesederhanaan masyarakat Baduy dalam menjaga warisan leluhur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lebak, IDN Times – Sebanyak 1.515 warga Baduy mengikuti tradisi tahunan Seba Baduy 2026 dengan mendatangi pusat pemerintahan untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan hasil bumi kepada pemerintah daerah. Tradisi ini menjadi momen penting bagi masyarakat adat Baduy sebagai bentuk penghormatan, sekaligus simbol hubungan harmonis antara masyarakat adat dan pemerintah.

Dari total peserta, perwakilan tidak hanya berasal dari Baduy Luar, tetapi juga melibatkan 38 warga Baduy Dalam dari tiga kampung, yakni Cibeo, Sangkawana, dan Cikeusik.

Kelompok Baduy Dalam tersebut menempuh perjalanan puluhan kilometer dengan berjalan kaki dari kawasan adat menuju Pendopo Bupati Lebak.

1. Tiba dengan pakaian adat lengkap

Warga adat Baduy mengenakan pakaian hitam dan ikat kepala biru berjalan bersama dalam tradisi Seba di ruang terbuka.
Ribuan warga adat Baduy mengikuti tradisi Seba (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Setibanya di lokasi, rombongan warga Baduy yang mengenakan pakaian adat khas langsung bersiap mengikuti rangkaian prosesi resmi.

Agenda utama dalam Seba Baduy adalah penyerahan hasil bumi, seperti padi, gula aren, dan hasil pertanian lainnya, sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan kepada pemerintah.

2. Tradisi tahunan itu digelar di Lebak dan Serang

Warga adat Baduy berjalan kaki tanpa alas kaki mengenakan pakaian hitam dan ikat kepala biru dalam tradisi Seba di jalan yang basah.
Ribuan warga adat Baduy mengikuti tradisi Seba (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Rangkaian Seba Baduy tahun ini dijadwalkan berlangsung di dua lokasi, yakni di Kabupaten Lebak dan Kota Serang.

Setelah menyelesaikan prosesi di Pendopo Bupati Lebak, perwakilan warga Baduy Dalam akan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Pendopo Gubernur Banten di Kota Serang.

3. Tradisi ini untukmenjaga hubungan dan nilai budaya

Ribuan warga adat Baduy mengenakan pakaian tradisional biru tua berkumpul di bawah gerbang bertuliskan Seba Baduy di Kabupaten Lebak.
Ribuan warga adat Baduy mengikuti tradisi Seba (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Seba Baduy merupakan tradisi tahunan yang sarat nilai budaya, spiritual, dan kearifan lokal. Selain menjadi ajang silaturahmi, tradisi ini juga mencerminkan komitmen masyarakat Baduy dalam menjaga adat, alam, dan hubungan sosial yang seimbang.

Perjalanan panjang yang ditempuh tanpa kendaraan modern menjadi simbol kesederhanaan dan keteguhan masyarakat Baduy dalam mempertahankan warisan leluhur.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More