Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jualan Buah Sejak Tahun 1964, Antarkan Nurin ke Baitullah

Jualan Buah Sejak Tahun 1964, Antarkan Nurin ke Baitullah
Calon jemaah haji kloter 1 Jakarta Banten mulai berangkat ke Asrama Haji Cipondoh (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Intinya Sih
  • Nurin, pedagang dan petani kangkung asal Tangerang, telah berdagang sejak 1964 dan menabung selama puluhan tahun demi mewujudkan impian berhaji di usia 80 tahun.
  • Ia mulai menyisihkan penghasilan sejak awal 2000-an untuk biaya pendaftaran dan pelunasan haji reguler bersama istrinya hingga akhirnya mendapat giliran berangkat.
  • Rohmat dan istrinya Masuah, pasangan lansia tuna rungu, juga berangkat haji tahun ini berkat dukungan penuh dari keempat anak mereka yang menanggung seluruh biaya perjalanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tangerang, IDN Times - Menunaikan rukun Islam ke 5 menjadi impian bagi banyak umat muslim di Indonesia, tak terkecuali bagi Nurin (80). Ia telah 13 tahun menunggu keberangkatannya ke Tanah Suci setelah berhasil mengumpulkan sedikit demi sedikit hasil jeripayahnya sejak tahun 1964 silam.

Nurin, sehari-hari merupakan petani dan pedagang sayur kangkung. Ia menanam, memanen, dan menjual sendiri kangkungnya untuk dijual ke pasar.

"Jual kangkung gitu aja sehari-hari," kata Nurin saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (22/4/2026).

1. Nurin telah menjadi pedagang sejak tahun 1964

Menteri Haji melepas keberangkatan jemaah haji
Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf melepas keberangkatan jemaah haji Kloter 1 Banten di Bandara Soetta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Nurin mengungkapkan, dia sudah berdagang sejak tahun 62 tahun lalu. Ia masih ingat betul pertama kali berdagang yakni buah-buahan. Saat itu, berdagang buah di usia 18 tahun merupakan 'warisan' dari sang ayah, yang membawanya untuk mencari pundi-pundi rupiah menyambung hidup.

"Dagang buah, sayur, apa aja dulu dikerjakan, tapi memang selalu dagang," kata Nurin.

2. Ia mulai mengumpulkan uang untuk mendaftar haji sejak tahun 2000-an

Menteri Haji melepas keberangkatan jemaah haji
Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf melepas keberangkatan jemaah haji Kloter 1 Banten di Bandara Soetta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Saat ditanya kapan ia mulai berpikir untuk menyisihkan penghasilannya untuk mendaftar haji, Nurin tak bisa mengingatnya. Yang pasti, ia ingat bagaimana uang dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga terkumpul untuk uang muka sebagai syarat mendapat antrean haji reguler bersama sang istri.

Lalu, setelah mendaftar, ia pun berupaya untuk mengumpulkan uang kembali untuk melunasi biaya pelunasan yang harus ia bayarkan agar rencananya memenuhi panggilan Allah bisa tercapai.

"Pokoknya pas cukup, langsung daftar," ungkapnya.

3. Rohmat juga bisa berangkat haji, meski tuna rungu

Calon jemaah haji kloter 1 Jakarta Banten mulai diberangkatkan
Calon jemaah haji kloter 1 Jakarta Banten mulai berangkat ke Asrama Haji Cipondoh (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Lain lagi dengan Rohmat dan sang istri Masuah. Keduanya berusia 80 tahun. Mereka berhasil berangkat ke Tanah Suci tahun ini lantaran adanya kuota percepatan untuk calon jemaah lanjut usia.

Rohmat terlihat sumringah dan bugar saat di Bandara Soekarno-Hatta. Ia setia didampingi oleh sang istri berfoto ria untuk kenang-kenangan dan mengirim ke keluarga.

Menyandang tuna rungu, Rohmat menjadi petani di kebunnya sendiri sedari muda. Ia menanam sayur-mayur dan buah-buahan di lahannya sendiri kemudian menjualnya ke tetangga maupun pasar.

Tak seperti Nurin yang mengumpulkan uang hasil keringatnya sendiri, Rohmat dan Masuah nampaknya memetik buah dari hasil didikan dan pengasuhannya terhadap 4 anaknya. Mereka urunan untuk mendaftarkan keduanya haji sejak 2013 lalu.

"Dibayarin anak, alhamdulillah," kata Masuah.

Keempat anaknya, kata Masuah juga bersedia urunan untuk melunasi biaya pelunasan haji kedua orangtuanya tersebut. Meski bukan dari keluarga kaya, nampaknya perjuangan Rohmat sebagai ayah yang mencari nafkah untuk anak-anaknya ditengah kekurangannya membawa keberkahan.

"Semuanya diurus anak, ongkos juga dikasih, malah anak belum ada yang haji, makanya ditemani saudara aja karena kebetulan bareng," ungkapnya.

Ia berharap, terus diberi kesehatan selama berada di Tanah Suci, apalagi di tengah cuaca Arab Saudi yang suhunya mencapai 39 derajat celcius saat ini.

"Semoga bisa pulang lagi dengan selamat," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More