5 Dapur MBG di Tangsel Berhenti Sementara, Apa Penyebabnya?

- Lima dapur Makan Bergizi Gratis di Tangsel terpaksa berhenti sementara karena dana operasional habis dan pencairan anggaran terlambat akibat kendala administrasi.
- Dari total 131 dapur MBG di Tangsel, 109 masih aktif beroperasi, sementara sisanya dalam tahap persiapan atau pembenahan setelah sempat terkena suspend teknis.
- Sebanyak 20 dapur masih berstatus suspend, namun enam sudah ajukan pencabutan setelah perbaikan; BGN menegaskan suspend bersifat sementara, bukan penutupan permanen.
Tangerang Selatan, IDN Times – Operasional lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dihentikan sementara akibat kendala pencairan anggaran.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Tangsel, Nindy Sabrina mengatakan, penghentian operasional tersebut terjadi karena dana operasional di sejumlah dapur telah habis, sementara proses pencairan anggaran mengalami keterlambatan.
“Ada lima SPPG, tetapi itu baru terjadi kemarin,” kata Nindy, Jumat (12/6/2026).
1. Kendala administrasi jadi penyebab

Menurut Nindy, kendala pencairan anggaran tersebut bersifat administratif dan berbeda-beda di setiap dapur. Salah satu penyebabnya adalah keterlambatan pengelola SPPG dalam menyampaikan laporan harian yang menjadi syarat pencairan dana.
“Kalau tersendat berarti tidak operasi karena dananya sudah habis, tetapi ada kendala pencairan saja,” ujarnya.
Nindy menegaskan, penghentian operasional lima dapur MBG tersebut bukan disebabkan pemotongan atau penghentian program. Menurutnya, persoalan yang terjadi murni berkaitan dengan administrasi pencairan anggaran.
BGN saat ini terus berkoordinasi dengan pengelola dapur agar kendala tersebut segera diselesaikan sehingga operasional MBG kembali berjalan normal.
2. BGN catat 131 dapur MBG di Tangsel

Selain persoalan anggaran, BGN mencatat sejumlah dapur MBG di Tangsel sempat dikenakan suspend atau penghentian sementara operasional karena tidak memenuhi standar teknis yang ditetapkan.
Dari total 131 SPPG yang tercatat di Tangsel, sebanyak 109 dapur aktif beroperasi. Sementara sisanya masih dalam tahap persiapan maupun pembenahan. “Yang aktif saat ini 109 dapur, sisanya masih persiapan,” ujar Nindy.
Ia menjelaskan, selama program MBG berjalan, sebanyak 41 SPPG pernah dikenakan suspend. Penyebab terbesar berasal dari persoalan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang ditemukan di 18 dapur. Selain itu, terdapat 12 dapur terkena suspend karena infrastruktur dan tata letak (layout) bangunan tidak sesuai standar BGN.
3. Suspend bukan berarti ditutup permanen

Nindy menjelaskan, hingga saat ini masih terdapat 20 SPPG yang berstatus suspend. Namun, enam di antaranya telah mengajukan pencabutan setelah melakukan perbaikan.
Menurut dia, setiap dapur wajib memenuhi sejumlah persyaratan operasional, mulai dari kelengkapan infrastruktur hingga sertifikat laik higiene sanitasi.
“Suspensi ini bukan pemberhentian tetap, tetapi sementara untuk pembenahan. Kalau sudah suspend tiga kali, SPPG tersebut ditutup,” tegasnya.


















