Tuan Rumah PON, Banten Cicil Pembangunan Infrastruktur Rp500 Miliar

- Pemerintah Provinsi Banten mulai mencicil pembangunan infrastruktur pendukung PON 2032 senilai Rp500 miliar melalui APBD agar tidak sepenuhnya bergantung pada dana pusat.
- Kawasan Banten International Stadium di Serang menjadi fokus utama pengembangan, termasuk penataan sport center dan penambahan venue olahraga baru untuk mendukung penyelenggaraan PON bersama Lampung.
- Pekerjaan fisik dilakukan bertahap sejak 2026 dan ditargetkan rampung pada 2030, memberi waktu satu tahun untuk evaluasi serta penyempurnaan fasilitas sebelum PON 2032 berlangsung.
Serang, IDN Times – Pemerintah Provinsi Banten mulai mencicil pembangunan infrastruktur pendukung untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032. Total kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp500 miliar akan dialokasikan secara bertahap melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, M Arlan Marzan, mengatakan pembangunan dilakukan sejak 2026 agar kesiapan sarana dan prasarana tidak sepenuhnya bergantung pada dukungan pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Belum ada nominal bantuan. Kami sedang menyusun rencana kerja dan permohonan dukungan pembiayaan ke pusat," ujar Arlan, Rabu (10/6/2026).
1. Kawasan BIS jadi fokus utama proyeksi pembangunan venue

Menurutnya, kawasan Banten International Stadium (BIS) di Kota Serang menjadi fokus utama pembangunan karena diproyeksikan sebagai pusat kegiatan olahraga selama PON 2032 yang akan digelar bersama Provinsi Lampung.
Selain penataan kawasan sport center, Pemprov Banten juga berencana menambah sejumlah venue olahraga untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di Indonesia tersebut.
"Yang pasti penataan kawasan sport center dan pembangunan tambahan venue," katanya.
2. Pekerjaan fisik dilakukan secara bertahap

Arlan menjelaskan, pekerjaan fisik sudah mulai dilakukan secara bertahap. Salah satu proyek yang saat ini berjalan adalah penambahan area parkir guna meningkatkan kapasitas kawasan olahraga.
"Dari 2026 sudah secara bertahap dikerjakan menggunakan APBD," katanya.
3. Pembangunan infrastruktur ditarget rampung 2030

Berdasarkan perhitungan sementara, kebutuhan anggaran pembangunan sarana dan prasarana pendukung PON 2032 mencapai sekitar Rp500 miliar. Seluruh pembangunan ditargetkan rampung pada 2030 sehingga masih tersedia waktu satu tahun untuk evaluasi dan penyempurnaan fasilitas.
"Untuk kebutuhan sekitar Rp500 miliar dan itu pembangunannya bertahap. Target akhir 2030 bisa selesai. Jadi 2030 harus sudah beres semua, kemudian tahun 2031 evaluasi dan penyempurnaan," ujarnya.


















