41 Dapur MBG di Tangsel Pernah Kena Suspend, Apa Sebabnya?

- Sebanyak 41 dapur program Makan Bergizi Gratis di Tangsel pernah disuspend, dengan 18 di antaranya bermasalah pada sistem pengolahan air limbah dan 12 belum memenuhi standar infrastruktur.
- BGN mewajibkan setiap dapur memenuhi standar operasional seperti kelayakan infrastruktur, sertifikat higiene sanitasi, serta aspek teknis dalam tiga bulan pertama sebelum dinyatakan siap beroperasi.
- Status suspend bersifat sementara untuk pembenahan, namun jika pelanggaran terjadi hingga tiga kali, BGN akan menutup permanen dapur yang tidak mematuhi ketentuan.
Tangerang Selatan, IDN Times – Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sebanyak 41 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Tangerang Selatan pernah dikenakan suspend atau penghentian operasional sementara sejak program tersebut berjalan.
Koordinator Wilayah BGN Kota Tangerang Selatan, Nindy Sabrina, mengatakan saat ini terdapat 131 SPPG yang telah terdaftar di Tangsel. Dari jumlah tersebut, 109 dapur telah aktif beroperasi, sementara sisanya masih dalam tahap persiapan.
“Yang sudah beroperasional aktif 109. Sisanya lagi persiapan,” kata Nindy, Kamis (11/6/2026).
1. Masalah IPAL jadi penyebab terbanyak

Nindy menjelaskan, mayoritas dapur MBG yang dikenakan suspend mengalami kendala pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Dari total 41 SPPG yang pernah disuspend, sebanyak 18 dapur bermasalah pada sistem IPAL. Sementara 12 dapur lainnya belum memenuhi standar infrastruktur dan tata letak (layout) yang ditetapkan BGN.
Menurut dia, hingga saat ini masih terdapat 20 SPPG yang berstatus suspend. Namun, enam di antaranya telah mengajukan pencabutan suspend setelah melakukan perbaikan.
“Ada suspend hingga hari ini ada 20 SPPG, enam suspend tapi sudah pengajuan untuk dilakukan pencabutan suspend,” ujarnya.
2. Setiap dapur wajib memenuhi standar operasional

BGN mewajibkan setiap dapur MBG memenuhi sejumlah persyaratan sebelum memperoleh surat siap operasional. Persyaratan tersebut mencakup kelayakan infrastruktur, sertifikat laik higiene sanitasi, hingga aspek teknis lainnya yang harus dipenuhi dalam tiga bulan pertama operasional sesuai petunjuk teknis program.
“Dengan adanya satgas ini kami mencoba menerima masukan dari berbagai instansi terkait yang nantinya menjadi bagian evaluasi dalam surat ready operasional,” katanya.
3. Suspend bersifat sementara, bisa berujung penutupan

Nindy menegaskan status suspend bukan berarti dapur MBG ditutup permanen. SPPG yang dikenakan suspend masih diberi kesempatan melakukan pembenahan sesuai rekomendasi yang diberikan.
BGN bersama pemerintah daerah dan instansi terkait juga melakukan monitoring secara berkala terhadap operasional dapur MBG di Tangsel.
“Suspensi ini bukan pemberhentian tetap, tetapi sementara untuk pembenahan,” ujarnya.
Namun, BGN akan mengambil langkah lebih tegas apabila pelanggaran terus berulang. “Tapi kalau sudah suspend tiga kali, SPPG tersebut ditutup,” kata Nindy.

















