Haji di Tengah Konflik, Menhaj: Tak Perlu Khawatir, Fokus Ibadah

- Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf, melepas 391 calon jemaah haji kloter pertama asal Banten di Bandara Soekarno-Hatta dan menegaskan pentingnya fokus beribadah meski ada konflik global.
- Irfan memastikan pemerintah terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk menjamin keamanan, pelayanan, dan perlindungan terbaik bagi seluruh jemaah selama menjalankan ibadah haji.
- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut peningkatan layanan haji 2026 mencakup kartu Nusuk, tambahan embarkasi, jalur fast track, serta penurunan biaya catering di Tanah Suci.
Tangerang, IDN Times - Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf bersama Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad melepas keberangkatan 391 calon jemaah haji kloter 1 asal Provinsi Banten di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (22/4/2026). Diketahui, ratusan calon jemaah haji tersebut akan terbang menggunakan maskapai Garuda Indonesia sekitar pukul 18.40 WIB.
Dalam sambutannya, Menhaj Irfan mengungkapkan, tahun ini merupakan pertama kalinya penyelenggaraan ibadah haji dilakukan oleh Kementerian Haji dan Umroh. "Sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang kami emban dengan penuh kesungguhan," kata Irfan.
1. Irfan meminta calon jemaah haji tak khawatir meski ada konflik Timur Tengah

Irfan mengungkapkan, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dilaksanakan di tengah adanya kondisi dinamika global, salah satunya konflik Timur Tengah. Situasi tersebut, kata Irfan ,memang akan menghadirkan kekhawatiran baik bagi pemerintah maupun bagi keluarga yang melepas.
"Untuk itu, izinkan saya menyampaikan dengan penuh ketulusan, negara hadir bersama Ibu Bapak sekalian," tuturnya.
2. Kemenhaj dipastikan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk perlindungan jemaah haji

Selain itu, Irfan juga menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas terkait guna memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan perlindungan, pelayanan, dan keamanan terbaik selama menjalankan ibadah.
"Itu adalah permintaan dari Presiden yang menekankan keamanan dan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama," kata Irfan.
Pihaknya pun ingin para calon jemaah haji bisa berangkat dengan tenang, fokus beribadah dan menyerahkan hal-hal di luar ibadah kepada pemerintah untuk mengikhtiarkannya sebaik-baik mungkin.
"Bagi jemaah yang sabar, yang penuh keikhlasan dan semangat, karena haji bukan hanya hubungan kita dengan Allah, tetapi juga hubungan bagaimana kita dengan sesama manusia," ungkapnya.
3. Dasco memastikan tak ada keluarga yang terpisah saat di Arab Saudi

Sementara itu, Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan, terdapat beberapa peningkatan kualitas ibadah haji tahun 2026 ini. Yakni, salah satu hal yang paling menonjol adalah pembagian kartu Nusuk sedari calon jemaah haji di Indonesia.
"Sehingga kemudian pemberangkatan menjadi lebih teratur dan terkelola sehingga tidak ada lagi yang kemudian jemaah dalam satu keluarga atau satu ini terpisah-pisah sehingga lebih rapi," ungkapnya.
Selain itu, saat ini juga terdapat penambahan embarkasi menjadi 4 yang mempersingkat waktu calon jemaah menuju bandara. Lalu, terdapat juga penambahan kuota fast track.
"Dan kami juga mendapatkan informasi bahwa biaya catering di tanah suci juga turun sehingga kemudian dengan biaya yang ada insya Allah catering untuk jemaah haji kita akan lebih baik dari yang sudah-sudah," pungkasnya.


















