Mensos: Pembangunan Sekolah Rakyat di Tangerang Dimulai 2027

- Mensos Saifullah Yusuf menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Tangerang dimulai tahun 2027 setelah melalui proses persiapan dan asesmen lahan.
- Pembangunan direncanakan berdiri di atas lahan milik Kementerian Hukum di Jalan Lapas Pemuda Kelas IIA, Buaran Indah, yang kini sedang dalam tahap kajian kelayakan.
- Program ini diharapkan memperluas akses pendidikan masyarakat Banten dengan memanfaatkan lahan negara seluas 6,3 hektare untuk kepentingan publik.
Tangerang, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di wilayah Kota Tangerang dibangun mulai tahun 2027. Hal tersebut dikatakan Gus Ipul usai menghadiri Tasyakuran Hari Bakti Permasyarakatan ke-62 di Sekolah Tinggi Ilmu Permasyarakatan, Kota Tangerang, Senin (27/4/2026).
"Kami menargetkan tahun depan ya, mudah-mudahan terealisasi sudah bisa dibangun," kata Gus Ipul.
1. Sekolah Rakyat bakal dibangun di atas tanah Kemenkum

Gus Ipul mengungkapkan, rencananya pembangunan Sekolah Rakyat tersebut bakal dibangun di atas lahan Kementerian Hukum (Kemenkum) yang ada di Jalan Lapas Pemuda Kelas IIA, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.
"Insya Allah lagi dalam proses asesmen,” ungkap Gus Ipul.
2. Proses perencanaan tersebut memerlukan kajian mendalam

Gus Ipul menyampaikan dalam proses merealisasikan pembangunan gedung Sekolah Rakyat tersebut harus melewati prosedur administrasi dan teknis yang ketat, terutama menyangkut kelaikan lahan serta bangunan yang menjadi wewenang kementerian teknis lainnya.
“Nanti kalau semuanya sudah lengkap syarat-syaratnya, ditentukan oleh Kementerian PU terkait kelayakannya. Kalau emang sudah selesai semua, insyaallah langsung diproses,” ujarnya.
3. Sekolah Rakyat diharapkan bisa perluas akses pendidikan di Banten

Menurutnya, dengan memanfaatkan lahan-lahan negara ini dinilai sangat strategis untuk kepentingan publik. Ia berharap, nantinya kehadiran Sekolah Rakyat di Kota Tangerang, dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di Banten, khususnya warga Kota Tangerang.
"Lahan yang tersedia memiliki luas 6,3 hektare, namun masih perlu kajian mendalam mengenai luas bangunannya," kata dia.


















