Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ratusan Porsi MBG di Pandeglang Berakhir Jadi Pakan Ternak

Ratusan Porsi MBG di Pandeglang Berakhir Jadi Pakan Ternak
Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Caringin 1, Kabupaten Pandeglang (Dok. IDN Times/Kosasih)
Intinya Sih

  • Ratusan porsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis di SDN Caringin 1 Pandeglang tidak terserap karena banyak siswa absen menjelang akhir semester.
  • Sisa makanan yang tidak terambil akhirnya diberikan kepada warga untuk dijadikan pakan ternak agar tidak terbuang percuma dan wadah bisa segera dikembalikan.
  • Pihak sekolah menilai sebagian siswa mulai bosan dengan menu MBG yang kurang bervariasi sehingga minat terhadap program tersebut menurun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pandeglang, IDN Times – Ratusan porsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Caringin 1, Kabupaten Pandeglang, tidak terserap akibat rendahnya tingkat kehadiran siswa menjelang akhir semester. Sisa makanan yang tidak terdistribusi itu bahkan berakhir menjadi pakan ternak milik warga.

Guru Kelas V SDN Caringin 1, Armadi, mengatakan jumlah siswa yang hadir di sekolah saat ini hanya sekitar separuh dari total peserta didik. Kondisi tersebut membuat banyak porsi makanan yang telah disiapkan tidak diambil oleh penerima manfaat.

“Dari total siswa yang ada, banyak yang tidak masuk karena kegiatan belajar sudah mendekati akhir semester. Kami sudah mengimbau melalui grup, tetapi tetap banyak yang tidak hadir,” kata Armadi, Sabtu (13/6/2026).

1. Hanya sebagian penerima yang hadir

IMG_20251103_113703.jpg
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). (IDN Times/Imam Faishal)

Program MBG di SDN Caringin 1 menyasar 262 siswa serta 13 guru dan satu penjaga sekolah. Namun, tidak seluruh penerima manfaat hadir saat makanan didistribusikan.

Pihak sekolah mengaku telah berupaya menghubungi siswa yang tidak masuk agar datang mengambil jatah makanan mereka. Namun, imbauan tersebut tidak mendapat respons dari sebagian besar siswa.

“Kami sudah konfirmasi kepada yang tidak hadir untuk mengambil MBG, tapi tidak ada yang datang,” ujarnya.

2. Sisa makanan diberikan untuk ternak

ILustrasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Rangga Erfizal)
ILustrasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Rangga Erfizal)

Karena makanan yang sudah diproduksi tidak bisa disimpan terlalu lama, sekolah akhirnya menyalurkan sisa makanan kepada warga yang memiliki ternak seperti ayam dan bebek.

Langkah itu dilakukan untuk menghindari makanan terbuang sia-sia sekaligus memastikan wadah makanan atau ompreng dapat segera dikembalikan dalam kondisi bersih.

“Iya mubazir. Daripada terbuang, kami kasih ke warga yang punya ternak. Ompreng juga harus kembali dalam keadaan bersih,” kata Armadi.

3. Siswa mulai jenuh dengan menu MBG

ILustrasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Rangga Erfizal)
ILustrasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Rangga Erfizal)

Selain persoalan kehadiran siswa, pihak sekolah juga menyoroti menu MBG yang dinilai kurang bervariasi. Menurut Armadi, sejumlah siswa mulai merasa bosan karena menu yang disajikan cenderung berulang.

“Siswa mulai bosan dengan menu yang itu-itu saja,” ujarnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Banten

See More