109 Jembatan Gantung di Lebak Rusak, Pemkab Minta Bantuan Pemprov

- Kerusakan jembatan disebabkan usia dan minimnya perawatan
- Anggaran terbatas memperparah kerusakan jembatan gantung di Lebak
- Jembatan gantung penting bagi ekonomi masyarakat, Pemkab Lebak minta bantuan Pemprov Banten
Lebak, IDN Times — Sebanyak 109 unit jembatan gantung di Kabupaten Lebak dilaporkan dalam kondisi rusak dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat. Kerusakan tersebut mayoritas disebabkan faktor usia bangunan yang sudah tua serta minimnya perawatan dalam beberapa tahun terakhir.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriyandi mengatakan, sebagian besar jembatan gantung yang rusak sudah berlubang dan rangka besinya mengalami korosi.
“Semua jembatan rusak itu akibat dimakan usia, kondisinya sudah bolong-bolong dan besinya keropos,” kata Dade dilansir dari kantor berita ANTARA, Jumat (23/1/2026).
1. Kerusakan diperparah oleh dampak bencana hidrometeorologi

Menurutnya, kerusakan juga diperparah oleh dampak bencana alam serta keterbatasan anggaran daerah untuk pemeliharaan dan pembangunan infrastruktur. Tahun ini, Pemkab Lebak hanya mengalokasikan anggaran terbatas untuk pembangunan jembatan gantung karena adanya kebijakan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Lebak sendiri menjadi salah satu daerah dengan jumlah jembatan gantung terbanyak di Banten. Hal ini tak lepas dari kondisi geografis wilayah yang memiliki 186 sungai dari hulu ke hilir, termasuk 16 sungai besar. Hampir di seluruh kecamatan terdapat jembatan gantung yang menjadi penghubung antardesa.
Berdasarkan data Dinas PUPR Lebak, total jembatan gantung di wilayah tersebut mencapai 248 unit. Dari jumlah itu, 63 unit (25,40 persen) dalam kondisi baik, 76 unit (30,65 persen) rusak sedang, dan 109 unit (43,95 persen) masuk kategori rusak berat. Seluruh jembatan tersebut tersebar di 393 ruas jalan desa.
2. Jembatan ini akses penting bagi ekonomi masyarakat

Dade menegaskan, keberadaan jembatan gantung sangat vital bagi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama untuk mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta akses pendidikan dan layanan kesehatan.
“Karena itu, kami berharap ada kepedulian dari pengusaha, perusahaan swasta, BUMN, dan masyarakat untuk ikut mendukung pembangunan jembatan gantung,” ujarnya.
Ia juga menyinggung peristiwa robohnya jembatan gantung di Wanasalam yang melukai lima pelajar SMP beberapa waktu lalu. Menurutnya, jembatan tersebut sudah lama tidak mendapat perbaikan sehingga kondisinya rapuh.
Ke depan, Pemkab Lebak berencana mengajukan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Banten untuk percepatan pembangunan dan rehabilitasi jembatan gantung di wilayahnya.
“Kami berharap tahun ini pembangunan jembatan gantung bisa direalisasikan oleh Pemprov Banten,” kata Dade.
















