Tangerang, IDN Times - Sebanyak 301 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta yang seharusnya beroperasi pada pukul 01.30-13.30 WIB terdampak akibat penutupan ruang udara akibat adanya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK), Minggu (6/9/2026). Diketahui, bandara terbesar di Indonesia tersebut ditutup mulai dini hari dan masih terus diperpanjang sesuai Notice to Airmen (NOTAM) dari AirNav Indonesia.
Yudistiawan, Asst. Deputy Communication & Legal Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengungkapkan, berdasarkan data penerbangan pada periode 6 September 2026 pukul 01.30 WIB hingga 13.30 WIB, terdapat 301 penerbangan terdampak, akumulasi dari pembatalan penerbangan, keterlambatan penerbangan, pengalihan pendaratan penerbangan ke bandara lain, dan sebagainya.
"Jumlah tersebut terdiri dari 233 penerbangan domestik, 58 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo," kata Yudistiawan.
