Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

TBC Mengintai Banten, 17.255 Kasus Belum Terdeteksi

Kota Serang
TBC Mengintai Banten, 17.255 Kasus Belum Terdeteksi
Kepala Dinas Kesehatan Banten Ati Pramudji (Dok. Khaerul Anwar)
  • Hingga September 2026, Banten menemukan 33.495 kasus TBC atau 66 persen dari estimasi 50.750 penderita, sehingga sekitar 17.255 kasus diperkirakan belum terdeteksi.
  • Dinkes Banten membidik minimal 90 persen penemuan kasus TBC, setara 45.675 kasus, melalui pencarian aktif di berbagai wilayah agar warga segera diperiksa dan diobati.
  • Program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 6,48 juta warga Banten; temuan TBC, hipertensi, dan diabetes ditindaklanjuti dengan edukasi, obat, serta rujukan pengobatan ke puskesmas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Serang, IDN Times - Sebanyak 33.495 penderita tuberkulosis (TBC) telah ditemukan di Provinsi Banten hingga September 2026. Namun, angka tersebut diperkirakan baru mencapai 66 persen dari estimasi 50.750 penderita TBC yang menjadi target penemuan kasus tahun ini.

Artinya, masih ada sekitar 17.255 penderita TBC yang diperkirakan belum terdeteksi dan masih menjadi pekerjaan rumah Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten. Kepala Dinkes Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, pemerintah terus mengejar penemuan kasus TBC untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

"Kalau TBC itu ditargetkan tahun ini harus menemukan sekitar 50.750, jadi perkiraan estimasi ada segitu penderita TBC di Banten. Namun, dari jumlah itu yang sudah kami temukan sampai September baru di angka 66 persen dari target itu," kata Ati, Kamis (3/9/2026).

  1. 1. Dinkes Banten kejar 90 persen kasus TBC

    IMG_20251109_073452.jpg
    Sejumlah dokter spesialis keliling melayani pengobatan gratis dan deteksi TBC di CFD Jalan Menteri Supeno Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

    Dinkes Banten menargetkan penemuan kasus TBC tahun ini bisa mencapai sedikitnya 90 persen dari estimasi 50.750 penderita. Dengan target tersebut, sedikitnya 45.675 kasus harus berhasil ditemukan. Untuk mengejar target itu, petugas kesehatan melakukan penemuan kasus secara aktif atau active case finding.

    Petugas dikerahkan ke berbagai wilayah untuk mencari warga yang diduga menderita TBC. Upaya tersebut dilakukan agar penderita yang selama ini belum terdeteksi bisa segera mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.

    "Penemuan kasus menjadi penting karena Indonesia masih menghadapi beban TBC yang tinggi. Pemerintah sendiri menargetkan eliminasi TBC pada 2030," katanya.

  2. 2. Cek kesehatan gratis jadi pintu deteksi

    Ilustrasi penderita TBC (IDN Times/Riyanto)
    Ilustrasi penderita TBC (IDN Times/Riyanto)

    Upaya menemukan penderita TBC juga dilakukan melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga saat ini, sekitar 6,48 juta dari 12,9 juta penduduk Banten telah mengikuti program tersebut. Capaian itu mencapai 50,24 persen dari sasaran.

    Selain TBC, hasil pemeriksaan CKG di Banten menemukan sejumlah penyakit tidak menular yang masih didominasi hipertensi dan diabetes.

    "Penyakit tersebut tidak boleh diabaikan karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal apabila tidak dikendalikan," katanya.

  3. 3. Warga yang terdeteksi punya penyakit akan ditindaklanjuti

    ilustrasi pasien TBC (vecteezy.com/thanasakwongsuk950595)
    ilustrasi pasien TBC (vecteezy.com/thanasakwongsuk950595)

    Warga yang ditemukan memiliki masalah kesehatan akan mendapatkan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan. Sementara warga yang dinyatakan sehat tetap diberikan edukasi untuk kembali mengikuti CKG pada tahun berikutnya.

    Bagi warga yang didiagnosis menderita hipertensi atau diabetes, petugas akan memberikan obat dan mengarahkan mereka untuk melanjutkan pengobatan di puskesmas.

    "Tahun depan harus CKG kembali karena tahun ini hasilnya belum sama dengan tahun depan. Kemudian yang kedua, bagi yang didiagnosis misalkan hipertensi atau diabetes, hari itu juga kita berikan obat. Kalau obatnya habis, kita edukasi untuk balik ke puskesmas," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More