Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tokoh Pendiri Banten Soroti Rencana SMPN 4 Kota Serang Jadi Parkir

Kota Serang
Tokoh Pendiri Banten Soroti Rencana SMPN 4 Kota Serang Jadi Parkir
Bangunan SMP di Kota Serang yang bakal digusur jadi lahan parkir (Dok. Khaerul Anwar)
  • KH Embay Mulya Syarief meminta Pemkot Serang mengutamakan pendidikan, aspirasi warga, dan nilai sejarah SMPN 4 sebelum mengalihfungsikan lokasinya menjadi parkir Royal Baroe.
  • Lokasi SMPN 4 disebut pernah menjadi Sekolah Chung Hua dan markas KAPI saat penumpasan G30S/PKI; secara hukum bukan cagar budaya, tetapi dinilai bernilai sejarah.
  • Relokasi masih dikaji Bapperida dan belum final. Dindikbud menyiapkan kemungkinan sekolah baru di Ciracas, sambil membuka diskusi terkait penolakan alumni dan kebutuhan parkir kawasan Royal Baroe.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Serang, IDN Times - Tokoh pendiri Provinsi Banten, KH Embay Mulya Syarief, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mempertimbangkan kepentingan pendidikan dan nilai sejarah dalam rencana relokasi SMPN 4 Kota Serang.

Wacana pemindahan sekolah yang berada di Jalan Juhdi mencuat seiring rencana penyediaan lahan atau gedung parkir untuk mengatasi persoalan keterbatasan parkir di kawasan Royal Baroe.

Embay menilai Pemkot Serang perlu memastikan rencana relokasi tidak mengesampingkan kebutuhan pendidikan dan kepentingan para siswa. Menurutnya, keputusan pemindahan sekolah harus dikaji secara matang dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kondisi sekolah, aspirasi masyarakat, hingga nilai sejarah kawasan tersebut.

Selain persoalan pendidikan, Embay juga mengingatkan agar Pemkot Serang tidak mengabaikan rekam jejak sejarah yang melekat di lokasi SMPN 4 Kota Serang.

Ia menjelaskan, sebelum digunakan sebagai fasilitas pendidikan, kawasan tersebut pernah menjadi Sekolah Chung Hua, Markas Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPI) saat penumpasan G30S/PKI, hingga menjadi gedung SMP.

"Secara undang-undang, gedung itu memang bukan cagar budaya, saya menjadi saksinya. Namun, tempat itu memiliki nilai sejarah tersendiri karena pernah dijadikan markas KAPI pada masa penumpasan G30S/PKI. Bisa dibilang itu semacam monumen pergerakan Angkatan '66," kata Embay, Selasa (1/9/2026).

  1. 1. Relokasi harus pertimbangkan pendidikan dan sejarah

    Bangunan SMP di Kota Serang yang bakal digusur jadi lahan parkir (Dok. Khaerul Anwar)
    Bangunan SMP di Kota Serang yang bakal digusur jadi lahan parkir (Dok. Khaerul Anwar)

    Terkait rencana relokasi, Embay mengatakan Pemkot Serang perlu mempertimbangkan kepentingan yang lebih utama antara penataan kawasan dan keberlangsungan pendidikan SMPN 4 Kota Serang.

    Ia mengakui kondisi kawasan sekolah cukup padat. Namun, kondisi menurutnya tidak serta-merta menjadi alasan untuk mengabaikan aspek pendidikan maupun nilai sejarah di lokasi tersebut.

    Embay juga mendengar informasi bahwa gedung sekolah baru untuk menampung siswa SMPN 4 telah disiapkan. Ia pun meminta pemerintah memastikan lokasi baru mampu menunjang proses belajar mengajar dan memberikan lingkungan pendidikan yang layak bagi siswa.

    "Pemerintah harus bijak, mana yang lebih utama harus dipertimbangkan. Kondisi di sana memang sudah sesak seperti halnya SMA Negeri 1, tetapi Pemkot harus benar-benar menimbang sisi sejarah dan aspirasi masyarakat," jelasnya.

    Ia berharap rencana relokasi SMPN 4 Kota Serang tidak hanya dilihat dari kepentingan penataan kawasan atau penyediaan fasilitas parkir. Menurutnya, keberadaan sekolah sebagai fasilitas pendidikan serta nilai sejarah kawasan tersebut perlu menjadi bagian penting dalam setiap keputusan yang diambil Pemkot Serang.

    Selain SMPN 4, Embay turut menyoroti kondisi sejumlah kawasan bersejarah di Kota Serang, seperti Alun-Alun dan Tugu Perjuangan yang dinilainya masih kurang terawat.

    "Saya berharap Pemkot Serang memiliki komitmen lebih kuat dalam menjaga nilai sejarah sekaligus memastikan pembangunan kota tetap sejalan dengan kepentingan pendidikan dan masyarakat," katanya.

  2. 2. Relokasi SMPN 4 masih dalam tahap kajian

    Bangunan SMP di Kota Serang yang bakal digusur jadi lahan parkir (Dok. Khaerul Anwar)
    Bangunan SMP di Kota Serang yang bakal digusur jadi lahan parkir (Dok. Khaerul Anwar)

    Sementara itu, wacana relokasi SMP Negeri 4 Kota Serang yang berlokasi di Jalan Juhdi untuk dijadikan area parkir kawasan Royal Baroe hingga kini belum memiliki keputusan final.

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang menyebut rencana tersebut masih berada dalam tahap kajian dan perencanaan.

    Sekretaris Dindikbud Kota Serang, Tb Agus Suryadin, mengatakan kajian tersebut saat ini berada pada tahap perencanaan yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).
    Menurutnya, Dindikbud pada prinsipnya akan mempersiapkan segala kebutuhan apabila nantinya SMPN 4 Kota Serang memang harus direlokasi.

    "Kalau kajian kan itu adanya di perencanaan Bapperida. Kalau Dindik, kalau misalkan SMP 4 itu memang harus pindah direlokasikan ya kita mempersiapkan segala sesuatunya," katanya.

    Ia mengungkapkan salah satu opsi lokasi relokasi SMPN 4 Kota Serang berada di Jalan Ciracas, tepatnya di samping Kantor Dindikbud Kota Serang. Di lokasi tersebut saat ini tengah berlangsung proses pembangunan sekolah.

    "Memang ada juga itu sekolah di Ciracas yang sebelah kantor Dindik, yang sedang dalam proses pembangunan," ucapnya.

  3. 3. Pemkot siapkan opsi sekolah baru di Ciracas

    Bangunan SMP di Kota Serang yang bakal digusur jadi lahan parkir (Dok. Khaerul Anwar)
    Bangunan SMP di Kota Serang yang bakal digusur jadi lahan parkir (Dok. Khaerul Anwar)

    Wacana relokasi SMPN 4 Kota Serang sebelumnya mendapat respons dari sejumlah alumni yang menyatakan penolakan. Agus mengatakan pihaknya tetap membuka ruang komunikasi dan diskusi apabila rencana tersebut nantinya berlanjut.

    "Kalau dari dindik kalau memang itu artinya bermanfaat bagi masyarakat ya kita lanjutkan. Kalau tidak, kita ada forum komunikasi, nanti kan diskusi," ujar Agus.

    Menurut Agus, wacana relokasi tersebut berkaitan dengan program Pemkot Serang untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Royal Baroe. Salah satu persoalan utama di kawasan tersebut adalah keterbatasan lahan parkir.

    "Karena memang permasalahannya kan tidak ada tempat parkir, itu memang untuk bisa menyimpan mobil dan lain sebagainya," katanya. Karena itu, SMPN 4 Kota Serang diwacanakan menjadi salah satu lokasi yang kemungkinan dapat dimanfaatkan sebagai area parkir. Namun, Agus menegaskan keputusan tersebut belum final.

    "Masih belum. Masih dalam proses kajian," tegas Agus.

    Agus menyampaikan rencana relokasi SMPN 4 Kota Serang masih dapat berubah. Keputusan akhir, kata dia, akan bergantung pada hasil kajian dan perencanaan yang dilakukan pemerintah daerah.

    "Bisa. Kan ini hanya planning perencanaan. Untuk bisa bagaimana caranya Royal itu bisa dinikmati oleh kalangan masyarakat, sedangkan kan tidak ada tempat parkir, begitu masalahnya," ungkap Agus.

    Ia menekankan hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai relokasi sekolah tersebut.
    Terkait wacana tersebut, Agus mengatakan sejauh ini belum ada komunikasi langsung dari pihak SMPN 4 Kota Serang kepada Dindikbud untuk mempertanyakan rencana relokasi.

    "Dalam hal ini Kepala Sekolah belum ada komunikasi dengan kita dindik. Cuma nanti kalaupun memang berdasarkan kajian itu harus misalkan dijadikan tempat parkir, ya kita harus siap-siap juga berbenah, lihat konsekuensinya bagaimana," tuturnya.

    Agus menambahkan Pemkot Serang saat ini tengah mendorong berbagai inovasi pembangunan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus memperkuat fungsi Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten.

    "Kalaupun memang jadi, memang Pak Wali Kota ini semangat untuk membangun Kota Serang. Dia juga memikirkan tempat parkir saja sejauh ini dia berpikir. Dia punya inovasi-inovasinya untuk bisa menciptakan Kota Serang ini sebagai ibu kota," katanya.

    Untuk opsi relokasi, Agus memastikan lokasi di samping Kantor Dindikbud Kota Serang di kawasan Ciracas menjadi salah satu pilihan apabila rencana pemindahan SMPN 4 benar-benar direalisasikan. "Iya, betul. Nantinya di samping Kantor Dindik," tutup Agus.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More