Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Liga Santri Kota Tangerang 2026 Dimulai, Sachrudin: Siap Tantangan Zaman

Kota Tangerang
Liga Santri Kota Tangerang 2026 Dimulai, Sachrudin: Siap Tantangan Zaman
Liga Santri Kota Tangerang tahun 2026 (dok. Pemkot Tangerang)

  • Sebanyak 32 tim pondok pesantren di Kota Tangerang mengikuti Liga Santri Wali Kota Cup 2026 hingga 18 September di Stadion Benteng Reborn dan Stadion Mini Cipondoh.
  • Wali Kota Sachrudin menekankan kompetisi ini membina sportivitas, disiplin, kerja keras, dan mental santri agar siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan iman serta akhlak.
  • Pemkot Tangerang berkomitmen mengembangkan potensi santri melalui olahraga, kreativitas, literasi digital, santripreneur, dan ruang kompetisi untuk mencetak pemimpin serta penggerak masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tangerang, IDN Times - Sebanyak 32 tim pondok pesantren se-Kota Tangerang beradu kemampuan dalam Liga Santri Wali Kota Cup 2026. Kompetisi sepak bola tahunan untuk menyambut Hari Santri ini digelar hingga 18 September 2026 di Stadion Benteng Reborn dan Stadion Mini Cipondoh.

Sachrudin mengatakan, Liga Santri tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan piala dan gelar juara, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja keras, mental juara, serta kemampuan untuk bangkit dari kekalahan.

“Sejak pertama kali digelar pada 2022, Liga Santri telah menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan potensi, mempererat ukhuwah, sekaligus menumbuhkan semangat berprestasi," kata Wali Kota Tangerang, Sachrudin, Sabtu (5/9/2026).

  1. 1. Sachrudin menyebut santri harus siap menghadapi tantangan zaman

    Dokumentasi Liga Santri Kota Tangerang tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tangerang.
    Liga Santri Kota Tangerang tahun 2026 (dok. Pemkot Tangerang)

    Menurutnya, semangat berkompetisi harus berjalan seiring pembentukan karakter. Para santri diharapkan mampu berkembang dan menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keimanan dan akhlakul karimah.

    “Kita ingin santri Kota Tangerang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga berprestasi, kreatif, mandiri, dan berdaya saing. Santri hari ini adalah generasi penerus sekaligus calon pemimpin masa depan,” katanya.

  2. 2. Sachrudin ingin pemimpin masa depan di Kota Tangerang lahir dari santri

    Dokumentasi Liga Santri Kota Tangerang tahun 2026 dari Pemerintah Kota Tangerang sebagai kegiatan olahraga santri.
    Liga Santri Kota Tangerang tahun 2026 (dok. Pemkot Tangerang)

    Ia menegaskan, kemenangan dalam Liga Santri bukan semata-mata siapa yang mengangkat trofi, tapi nilai dan pengalaman dibawa pulang oleh setiap peserta. Ia ingin kelahiran santri tidak hanya menjadi juara di lapangan, tetapi juga menjadi pemimpin, penggerak, dan pembawa kebaikan bagi masyarakat.

    "Inilah semangat yang terus kita jaga yaitu santri yang berprestasi, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi Kota Tangerang dan Indonesia,” sambungnya.

  3. 3. Sachrudin tegaskan santri tak hanya mempelajari agama tapi juga keterampilan digital

    Dokumentasi kegiatan Liga Santri Kota Tangerang pada tahun 2026 yang berasal dari Pemerintah Kota Tangerang.
    Liga Santri Kota Tangerang tahun 2026 (dok. Pemkot Tangerang)

    Lebih lanjut, Sachrudin menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Tangerang untuk terus membuka ruang bagi pengembangan potensi generasi santri, baik melalui olahraga, kreativitas, keterampilan maupun penguatan kemandirian. Ia menegaskan, pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan zaman.

    "Karena itu, kami terus mendorong pengembangan keterampilan, literasi digital, kemandirian ekonomi melalui santripreneur, serta berbagai ruang kompetisi dan kreativitas bagi para santri,” jelasnya.

    Sachrudin juga mengajak seluruh peserta menjadikan Liga Santri sebagai momentum untuk membangun persaudaraan dan menjunjung tinggi sportivitas sepanjang pertandingan.

    “Menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan. Yang lebih penting, jaga sportivitas, persaudaraan, dan jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk terus berkembang dan menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More