Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
454 Ribu Warga Tangsel Milih Golput di Pilkada 2024
Ilustrasi Pilkada. (IDN Times)
  • Partisipasi pemilih Pilkada 2024 Tangsel hanya 57,1%, dengan 454.354 jiwa golput.
  • Ketua KPU Tangsel mengakui penurunan partisipasi pemilih dari Pilkada 2020 sebesar 60,28% menjadi 57,1%.
  • KPU Tangsel telah melakukan berbagai cara sosialisasi kepada berbagai kelompok warga pemilih dengan dana hibah APBD.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang Selatan, IDN Times - Tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hanya hanya 57,1 persen dari total daftar pemilih tetap atau DPT.

Ketua KPU Tangsel, M Taufik Mizan mengatakan, jumlah warga yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 603.773 jiwa. Alhasil, total jumlah warga yang golput mencapai 454.354 jiwa.

Sementara untuk pemilihan calon Gubernur Banten, jumlah warga yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 603.937 jiwa. Maka total jumlah warga di Kota Tangsel yang golput mencapai 454.190 orang.

1. Penurunan partisipasi pemilih ini jadi catatan penting KPU

Warga menunjukkan model surat suara pemilihan presiden saat simulasi pencoblosan pemilu di TPS 31 Penancangan Kota Serang, Banten, Selasa (30/1/2024). (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Taufik mengakui angka partisipasi pemilih saat Pilkada 2024 di Tangsel hanya capai 57,1 persen menjadi catatan penting bagi KPU dan para pemangku kepentingan (stakeholder).

Jumlah ini disebut menurun dibanding Pilkada 2020 capaian yang jumlah partisipasi pemilihnya 60,28 persen. "Ada penurunan sekitar empat digit," katanya.

2. KPU menyebut, sudah beragam upaya dilakukan untuk sosialisasi

Ilustrasi Pilkada 2024. (Dok. IDN Times)

Taufik mengatakan, segala cara sudah dilakukan pihaknya untuk menyosialisasikan Pilkada serentak 2024. Seluruh inovasi yang dibiayai dari dana hibah APBD menyasar ke berbagai kelompok maupun komunitas warga pemilih.

"Tapi yang memang inilah fenomena nasional. Ya kalau di kabupaten/kota tentunya angkanya belum tahu," ujarnya.

Editorial Team

Related Article