Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Terendam Banjir

Banjir di Kabupaten Tangerang
Banjir di Kabupaten Tangerang (dok. Pemkab Tangerang)
Intinya sih...
  • Ketinggian air mencapai 60 cm di 10 titik banjir
  • Pemkab Tangerang pastikan bangun dapur umum untuk warga terdampak
  • Maesyal berjanji lakukan normalisasi pada awal Tahun 2026
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Sebanyak 5 kecamatan di Kabupaten Tangerang terendam banjir sejak Sabtu (3/1/2026). Banjir tersebut menggenang diantaranya di Rajeg, Tigaraksa, Sepatan, Kronjo, dan Jayanti. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengungkapkan, sedikitnya ada 10 titik banjir yang tersebar di 5 kecamatan tersebut.

"Ada 615 keluarga yang terdampak banjir tersebut," katanya, Selasa (6/1/2026).

1. Ketinggian air mencapai 60 cm

Banjir di Kabupaten Tangerang
Banjir di Kabupaten Tangerang (dok. Pemkab Tangerang)

Taufik mengungkapkan, ketinggian air di 10 titik banjir tersebut bervariasi, yakni antara 40 hingga 60 centimeter (cm). Adapun, wilayah yang memiliki ketinggian air paling parah berada di Pasilian, Kecamatan Kronjo.

"Jumlah keluarga terdampak berdasarkan data kami sekitar 500 keluarga,” tuturnya.

2. Pemkab Tangerang memastikan bangun dapur umum untuk para warga terdampak

Banjir di Kabupaten Tangerang
Banjir di Kabupaten Tangerang (dok. Pemkab Tangerang)

Sementara itu, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan. Untuk jangka pendek, Pemkab Tangerang akan menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak dan menyiapkan dapur umum bagi warga yang mengungsi.

“Sementara untuk jangka menengah dan panjang, kami akan menormalisasi saluran, peninggian jembatan, serta menyiapkan pompanisasi untuk mempercepat pembuangan air,” jelasnya.

3. Maesyal juga berjanji bakal menormalisasi sungai pada awal Tahun 2026

IMG-20250707-WA0007.jpg
Banjir di kawasan Tangerang Raya (Dok. BPBD Kabupaten Tangerang)

Ia menambahkan, normalisasi saluran akan mulai dilaksanakan pada tahun 2026 dan diupayakan bisa segera dimulai dalam waktu dekat. Dia juga mengimbau masyarakat agar menggiatkan kembali gerakan kerja bakti bersih-bersih lingkungan serta tidak membuang sampah ke saluran air dan sungai, karena hal tersebut memperparah banjir.

“Kami mohon kerja sama masyarakat, terutama soal sampah. Jangan dibuang ke saluran atau sungai. Jika ada sampah, kumpulkan di satu tempat dan koordinasikan dengan lurah atau camat agar bisa segera diangkut,” tegasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Banten

See More

Ultimatum Pemkot Tangsel: Pembakar Sampah Akan Dipolisikan

07 Jan 2026, 22:38 WIBNews