Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Dapur MBG di Lebak Banten Berhenti Beroperasi, Apa Pemicunya?
Ilustrasi SPPG di Kota Tangerang (Dok. Pemkot Tangerang)
  • Tujuh dapur SPPG di Kabupaten Lebak menghentikan operasional sementara karena kendala anggaran program Makan Bergizi Gratis dan masalah Instalasi Pengolahan Air Limbah.
  • Empat dapur terkendala pencairan dana operasional, sementara tiga lainnya dihentikan karena belum memenuhi standar IPAL yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.
  • BGN memastikan distribusi dana dilakukan bertahap dan meminta pengelola segera memperbaiki sarana IPAL agar dapur dapat kembali beroperasi melayani program MBG.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lebak, IDN Times - Tujuh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lebak, Banten, dilaporkan menghentikan operasionalnya sementara waktu. Penyebabnya beragam, mulai dari anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum cair hingga persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum memenuhi standar.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak, Asep Royani, mengatakan dari tujuh dapur yang berhenti beroperasi, empat di antaranya terkendala pencairan anggaran operasional.

“Kalau masalah dana yang belum diterima oleh SPPG bukan kali ini saja. Sudah pernah juga, tetapi sudah ter-backup karena penanganannya dilakukan secara bertahap dan dana akan didistribusikan ke dapur-dapur tersebut,” kata Asep, Selasa (9/6/2026).

1. BGN bantah terkait kasus dugaan korupsi

Ilustrasi SPPG di Kota Tangerang (Dok. Pemkot Tangerang)

Asep menegaskan, keterlambatan pencairan dana operasional MBG tidak berkaitan dengan kasus dugaan korupsi yang sebelumnya menyeret mantan pimpinan BGN.

Menurut dia, persoalan tersebut lebih disebabkan oleh dinamika administrasi yang kerap terjadi dalam proses penyaluran anggaran.

“Persoalan ini gak ada kaitan dengan kasus itu. Masalah begini memang sudah pernah terjadi, dan sebenarnya ini karena dinamika, biasanya permasalahan administrasi,” ujarnya.

2. Tiga dapur dihentikan sementara karena persoalan IPAL

Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Selain masalah anggaran, tiga dapur SPPG lainnya menghentikan operasional sementara karena belum memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ditetapkan BGN.

Ketiga dapur tersebut berada di wilayah Kecamatan Cilograng, Cibadak, dan Bayah.

“Di Kecamatan Cilograng, Cibadak, dan Bayah. Wajib diperbaiki dan dipenuhi sesuai standar yang sudah ditentukan,” jelas Asep.

3. Operasional akan kembali dibuka setelah persyaratan dipenuhi

Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

BGN meminta pengelola dapur yang terkena suspend segera melakukan perbaikan sarana IPAL agar dapat kembali melayani program MBG.

Sementara untuk dapur yang terkendala pencairan anggaran, BGN memastikan proses distribusi dana dilakukan secara bertahap sehingga operasional dapat kembali normal setelah kebutuhan pendanaan terpenuhi.

Meski demikian, Asep belum merinci jumlah penerima manfaat yang terdampak akibat berhentinya operasional tujuh dapur MBG tersebut.

Editorial Team

Related Article