Tangerang, IDN Times – Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang menyebabkan sebaran abu vulkanik perlu diwaspadai masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah terdampak.
Anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), Dr. Daryono, menjelaskan abu vulkanik memiliki karakteristik berbeda dibandingkan debu biasa. Partikelnya berasal dari pecahan material vulkanik, termasuk batuan dan material menyerupai kaca vulkanik yang dapat bersifat abrasif.
“Bahaya abu Gunung Anak Krakatau terletak pada kombinasi sifat fisik partikelnya yang tajam dan kandungan kimianya,” ujar Daryono, Minggu (6/9/2026).
