Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ada Potensi Gempa Megathrust, BPBD Banten: Warga Jangan Panik

Ada Potensi Gempa Megathrust, BPBD Banten: Warga Jangan Panik
Potensi gempa megathrust (Wikimedia.org/Tectonic_plates_boundaries_detailed-en.svg: Eric Gaba (Sting - fr:Sting)
Share Article

Serang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten meminta masyarakat untuk tidak panik terkait potensi gempa megathrust dengan magnitudo (M) 8,7 di Selat Sunda.

 "Berdasarkan informasi yang dikeluarkan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) bahwa ada potensi megathrust di Mentawai dan Selat Sunda," kata Kepala Pelaksana BPBD Banten Nana Suryana,seperti dikutip dari ANTARA, Senin (19/8/2024). 

Sebelumnya, BMKG mengungkap bahwa megathrust di Indonesia hanya tinggal menunggu waktu. Pembahasan fenomena alam ini makin serius setelah ilmuwan juga menjelaskan adanya seismic gap pada Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut. 

1. Informasi yang diungkap BMKG, kata Nana, bersifat "potensi," bukan prediksi maupun peringatan dini

Gempa Megathrust (Pexels.com/Franklin Peña Gutierrez)
Gempa Megathrust (Pexels.com/Franklin Peña Gutierrez)

Nana Suryana mengatakan, gempa tersebut memang bisa menyebabkan bencana alam, berupa tsunami yang dapat dirasakan di semua wilayah Banten, juga daerah sekitar seperti Jawa Barat dan Jakarta.

Meski demikian, Nana meminta kepada masyarakat untuk tidak panik dengan informasi BMKG perihal potensi terjadinya gempa megathrust. "Karena informasi yang dikeluarkan oleh BMKG ini bersifat potensi, bukan prediksi maupun peringatan dini," kata dia. 

Kunci untuk  menghadapi informasi potensi itu, kata dia, memang tidak perlu panik, namun dengan tetap memperhatikan sekitar lingkungan tinggal. "Terutama rumah-rumah kita pastikan bahwa kondisi aman pada saat jika terjadi gempa,” katanya.

2. Selain itu, simulasi juga menjadi kunci menghadapi gempa

Gempa Bumi (pixabay.com/Angelo_Giordano)
Gempa Bumi (pixabay.com/Angelo_Giordano)

Menurut Nana, simulasi kebencanaan juga menjadi kunci untuk menghadapi gempa. Melalui simulasi, lanjutnya, masyarakat dapat mengetahui strategi penyelamatan diri. Selain itu struktur bangunan yang dirancang harus berstandar untuk tahan gempa bumi, sehingga risiko kerusakan maupun korban jiwa dapat diminimalisasi.

“Simulasi itu kata kunci untuk melatih diri, ketika tiba-tiba gempa terjadi masyarakat tidak panik dan tahu strategi penyelamatan diri,” katanya.

3. BPBD Banten berupaya menyosialisasikan simulasi mitigasi

BPBD Banten dan pihak terkait, kata dia, juga terus menyosialisasikan mitigasi bencana dan koordinasi antar-instansi. Hal itu merupakan upaya meminimalisasi risiko jika terjadi bencana khususnya di daerah rawan.

"Mitigasi harus dilakukan dengan cara memastikan bahwa bangunan yang kita bangun memiliki struktur yang aman jika suatu saat terjadi gempa bumi," kata dia. 

Pasalnya, kata dia, bukan gempa bumi yang mengakibatkan terjadinya korban jiwa. Menurut dia, korban jiwa itu diakibatkan karena orang tertimpa reruntuhan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau

Latest News Banten

See More

Warga Keluhkan Keamanan Citra Maja City Usai 3 Motor Hilang Dalam Semalam

15 Jun 2026, 15:16 WIBNews