Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, bersama Potensi SAR bergerak mengevakuasi tiga korban gempa yang membutuhkan penanganan medis di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026)(dok. Basarnas)
Sementara itu, Benyamin yang telah meninjau para korban gempa di NTT mengungkapkan, tenda medis di lokasi gempa, telah banyak relawan dokter dan tenaga medis yang membantu korban luka-luka. Tercatat delapan relawan dokter ortopedi yang bersiaga di beberapa titik untuk menangani korban patah tulang. Sedangkan para dokter saat ini telah tiba di Labuan Bajo untuk menyebar di beberapa lokasi dengan korban terbanyak.
"Karena Labuan Bajo penerbangannya banyak, yang bisa besar-besar masuk, jadi dokter-dokter ngumpul di situ, baru didistribusikan. Ada yang dengan helikopter, ada yang dengan pesawat, jadi kami diskusi ada yang ke Nagekeo, ada yang ke Ngada, ada yang ke Ruteng, ada yang ke Ende," ungkapnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan daerah terdampak gempa yang masih terisolasi, Benyamin tak membantah. Pihaknya memastikan hingga saat ini masih berupaya mencari informasi apakah masih ada wilayah yang belum tersentuh bantuan di NTT.
"Yang jelas, saya rasa makin cepat. Dampak daripada kemajuan teknologi, jadi kalau ada sesuatu cepat ditemukan seperti kemarin dari 1 informasi media, kami menemukan 30 orang korban yang akhirnya tertangani," pungkasnya.