Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ari Basuki Kerap Liput Bencana, Keluarga Masih Menanti Kabar
Keluarga jurnalis yang hilang di Selat Sunda (Dok. Istimewa/Acep)
  • Jurnalis Merdeka Ari Basuki hilang kontak bersama empat jurnalis dan tiga kru speedboat saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sejak 7 September 2026.
  • Keluarga Ari mendatangi Posko SAR Carita dengan kecemasan tinggi, mengingat ia biasa meliput bencana dan dikenal selalu membantu keluarga maupun orang lain.
  • Hingga 10 September 2026, tim SAR gabungan masih mencari delapan orang; keluarga bertahan di posko sambil berharap rombongan ditemukan selamat, kemungkinan berada di sebuah pulau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pandeglang, IDN Times - Ari Basuki dikenal keluarganya sebagai jurnalis yang kerap berada di tengah situasi bencana. Namun, kali ini justru keluarganya yang harus menunggu kabar setelah Ari hilang kontak bersama empat jurnalis dan tiga kru speedboat saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda.

Ari merupakan jurnalis Merdeka yang berangkat bersama rombongan dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kabar hilangnya Ari membuat keluarga datang ke Posko SAR Carita untuk menunggu perkembangan pencarian. Kakak iparnya, Nila Kusuma, mengatakan keluarga sebenarnya sudah memahami risiko pekerjaan Ari sebagai jurnalis yang sering meliput bencana.

"Adik saya spesialis bencana. Satu-dua hari worry, tapi itu pekerjaannya," kata Nila di Posko SAR Carita, Pandeglang, Kamis (10/9/2026).

1. Biasa meliput bencana dan peristiwa kemanusiaan

Keluarga jurnalis yang hilang di Selat Sunda (Dok. Istimewa/Acep)

Namun, kekhawatiran keluarga semakin besar karena Ari dan rombongan tak kunjung kembali dan kehilangan kontak.

Menurut Nila, pekerjaan Ari membuatnya terbiasa berada di lokasi bencana dan meliput berbagai peristiwa kemanusiaan. Sikap Ari yang selalu siap membantu orang lain, kata dia, juga menjadi bagian dari karakter yang terbentuk dari pekerjaannya sebagai jurnalis.

"Menurut saya attitude seperti itu datang dari pekerjaannya. Pekerjaannya itu biasa meliput kemalangan. Jadi, humanity-nya dia besar sekali," ujarnya.

Bagi keluarga, Ari juga dikenal sebagai sosok yang selalu hadir ketika mereka membutuhkan bantuan.

"Dia selalu jadi orang yang pertama kalau kita mengalami apa pun kondisi. Kalau dia bikin keputusan, dia pokoknya, 'Oke, Mbak. Beres, Mbak.' Tapi kita enggak tahu di belakangnya dia ada kesulitan apa," tuturnya.

2. Keluarga menunggu kabar Ari

5 jurnalis yang hilang di Selat Sunda (Dok. Istimewa/warga)

Kini, posisi Ari berbalik. Ia yang biasanya datang untuk merekam dan memberitakan kondisi orang-orang dalam situasi bencana, justru menjadi salah satu dari delapan orang yang tengah dicari tim SAR.

Nila mengaku sangat terpukul sejak mengetahui Ari hilang kontak. Ia bahkan menangis setiap hari selama berada di Pandeglang.

"Kalau waktu dia ada, kita enggak merasa sangat kehilangan. Tapi dengar cerita ini, saya di sini tiap hari nangis. Di keluarga kita, betapa besar dia ada buat kita," katanya.

Kakak ipar Ari lainnya, Afrita Dewi, juga datang ke Posko SAR sejak Rabu (9/9/2026). Ia mengaku tidak bisa tidur setelah mengetahui Ari dan rombongan hilang.

"Saya enggak bisa tidur, lalu saya putuskan sore ke sini juga. Saya berharap mudah-mudahan ketemu Ari dan teman-teman semua," kata Afrita.

Keluarga mendapat informasi bahwa rombongan kemungkinan berada di salah satu pulau. Meski belum mengetahui kepastian informasi tersebut, mereka memilih tetap berpegang pada harapan.

"Terakhir katanya di satu pulau, semoga itu benar. Ya, semoga itu benar. Kita mau berharap, walaupun yang terburuk pun siap karena semua takdir Allah," ujarnya.

3. Keluarga bakal tetap di posko menunggu hasil pencarian

Keluarga jurnalis yang hilang di Selat Sunda (Dok. Istimewa/Acep)

Kini keluarga Ari bersama keluarga korban lainnya berkumpul di posko sambil menunggu hasil pencarian.

"Kita datang di sini menunggu, mendoakan. Semoga delapan orang ini datang dengan selamat, semoga saja mereka ada di pulau dan kembali ke keluarga masing-masing," kata Nila.

Lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Mereka berangkat bersama tiga kru speedboat, yakni Warta (55) sebagai kapten, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu. Hingga Kamis (10/9/2026), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap delapan orang tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article