Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ayah Korban Pembakaran di Kontrakan: Ada Luka Tumpul di Kepala
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
  • Dokter forensik RSUD Kabupaten Tangerang mengaku adanya luka di kepala korban, menimbulkan dugaan bahwa anak tersebut telah dianiaya sebelum dibakar.
  • Pemilik kontrakan, HB (38) yang diduga memiliki hubungan spesial dengan ibu korban, sedang dikejar polisi untuk mendalami kasus pembakaran anak berusia 4 tahun.
  • Ayah korban, Ahmadi Saputra, mengungkapkan bahwa awalnya ia mendapat kabar bahwa anaknya kecelakaan tertabrak mobil, namun ternyata jenazah anaknya ditemukan dalam kondisi terbakar di kontrakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Ahmadi Saputra (39), ayah korban anak kecil yang dibakar di dalam Kontrakan di Kampung Kresek RT06/09 Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang mengaku sempat diberitahu oleh dokter forensik di RSUD Kabupaten Tangerang bahwa ada luka di kepala korban. 

"Waktu saya tunggu di RSUD, dokter panggil saya dan ngasih tahu kalau ada luka akibat benda tumpul di kepala anak saya," kata Ahmadi saat ditemui di kediamannya Kampung Pintu Kapuk, Desa Bojong Renged, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Senin (28/4/2025).

1. Ahmadi juga mendengar polisi membawa sejenis palu dari dalam kontrakan

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Saat datang ke kontrakan tersebut, Ahmadi mengaku sempat mendengar polisi membawa sejenis palu dari dalam kontrakan. Dia menduga, palu tersebut yang digunakan terduga pelaku untuk membunuh anaknya.

"Orang kalau dibakar, udah pasti teriak dan berisik, ini kan engga ada yang denger apa-apa, saya yakin anak saya dianiaya dulu baru dibakar buat ngilangin jejak biar disangka korban kebakaran," tuturnya.

Untuk mendalami kasus memilukan itu, polisi tengah mengejar pemilik kontrakan, yakni HB (38). Diduga, HB memiliki hubungan spesial dengan ibu korban. Sementara korban masih berusia 4 tahun berinisial MA.

2. Ayah korban diberitahu anaknya kecelakaan, bukan terbakar

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Ahmadi menuturkan, saat pertama kali mendapat kabar, ia hanya mendengar bahwa sang anak kecelakaan tertabrak mobil, bukan menjadi korban terbakar. Namun, saat didatangi ke lokasi yang dikabarkan anaknya kecelakaan, tidak ditemui adanya kejadian tersebut.

"Akhirnya saya datang ke rumah ibunya korban, saya tanya ke kakaknya, ternyata katanya anak saya kebakaran di kontrakan di Kresek itu (TKP)," jelasnya.

Saat tiba, jenazah sang anak masih berada di atas kasur namun posisinya sudah berada di luar kontrakan dalam kondisi mengenaskan. Sedangkan ibu korban dalam posisi menangis.

"Akhirnya saya ikut ke rumah sakit pas anak saya mau dibawa untuk divisum dan diautopsi, saya tungguin sampai jam 2 pagi," jelasnya.

3. Sang anak dimakamkan di TPU dekat rumah sang ayah

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Usai dilakukan autopsi, sang anak pun lantas dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) dekat dengan kediaman sang ayah di Kampung Pintu Kapuk, Desa Bojong Renged, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

"Ibunya engga kelihatan sama sekali di rumah sakit juga saat pemakaman. Keluarganya juga engga ke sini mungkin malu atau tahu salah," tuturnya.

Editorial Team

Related Article