Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono meninjau penanganan banjir akses Bandara Soetta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Untuk mencegah terulangnya kelumpuhan transportasi jelang musim libur Natal, Tahun Baru (Nataru), dan puncak musim hujan, pemerintah menyiapkan sejumlah penanganan teknis. Misalnya saja, melakukan normalisasi aliran kali Prancis secara masif seperti pengerukan sedimentasi Kali Prancis dan anak sungainya di kawasan Dadap terus dilakukan menggunakan armada ekskavator guna mengembalikan kapasitas tampung aliran air.
"Tapi ini akan terus terjadi ketika tidak dilakukan penyelesaian yang lainnya. Oleh karena itu kami juga menyiagakan pompa yang sifatnya subversible tapi juga ada yang sifatnya mobile," ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan peningkatan kapasitas saluran penyeberangan air atau crossing dan outlet pembuangan air di Tol Soedyatmo KM 31 dan KM 33. Pasalnya, di KM 31, pada Januari 2026 lalu, debit air yang turun di wilayah tersebut mencapai 28,91 meter kubik per detik, padahal kapasitas eksisting yang tersedia hanya mampu menampung debit air 6,56 meter kubik per detik. Sehingga, saat nanti ditambah akan mampu menampung 31,16 meter kubik per detik.
"Lalu, ada juga rencana kami membangun kolam retensi di atas luas bidang 3,4 hektar. Kebetulan lokasinya itu perbatasan DKI Jakarta dan Banten, jadi ini semua membutuhkan sinkronisasi dan kolaborasi," ungkapnya.