Banjir di Perumahan Periuk Damai Mulai Surut Menjadi 1 Meter

- Banjir di Perumahan Periuk Damai mulai surut menjadi 1 meter
- Tinggi air berkurang drastis dari 3 meter menjadi 1 meter, hanya tinggal 1 titik banjir di Kecamatan Periuk
- BPBD Kota Tangerang mengerahkan 7 pompa portabel dan 195 petugas kebersihan untuk mempercepat penyurutan banjir dan membersihkan sampah pasca banjir
Tangerang, IDN Times - Banjir yang menggenang di Perumahan Periuk Damai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang perlahan mulai surut pada Rabu (28/1/2026). Banjir yang semula mencapai 3 meter, saat ini telah surut menjadi 1 meter.
"Ketinggian air per hari ini sekitar 50 sampai 100 centimeter," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar.
1. Titik banjir pun hanya tinggal 1 dari sebelumnya 4 titik

Mahdiar mengungkapkan, titik banjir pun saat ini telah berkurang drastis, yakni hanya tinggal 1 titik di Kecamatan Periuk. Padahal, pada kemarin, Selasa (27/1/2026), masih ada 4 titik banjir yang menggenang dengan ketinggian 70 sampai 300 centimeter.
"Mudah-Mudahan hari ini kering," kata Mahdiar.
2. BPBD Kota Tangerang mengerahkan 7 pompa portabel

Mahdiar pun menegaskan, hingga saat ini pompa portabel terus dioperasikan untuk mempercepat penyurutan banjir di kawasan tersebut. Petugas pun telah dikerahkan untuk membersihkan sampah pasca banjir.
"Kami terus melakukan pemompaan agar air kembali ke sungai," tuturnya.
3. Pembersihan sampah setelah banjir difokuskan ke kawasan pemukiman padat penduduk

Sementara itu, Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Kurniawan menuturkan, pihaknya mengerahkan 195 petugas kebersihan untuk membersihkan sampah banjir. Pembersihan difokuskan pada kawasan permukiman padat penduduk, saluran air, serta titik-titik yang menjadi lokasi penumpukan sampah pascabanjir. DLH Kota Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Meski banjir mulai surut, potensi tumpukan sampah cukup besar. Karena itu, petugas kami terus bergerak di lapangan agar lingkungan kembali bersih dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal,” tambah Wawan.

















