4 Titik di Kecamatan Periuk Kota Tangerang Masih Banjir Hingga 3 Meter

- 1. Sebanyak 1.699 jiwa masih mengungsi, terdampak 6.844 jiwa di Kecamatan Periuk.
- 2. Pemkot Tangerang tambah 7 pompa untuk menyurutkan air setinggi 3 meter.
- 3. Sebanyak 500 karung kisdam dipasang untuk menghalau air dan mencegah luapan dari wilayah hulu.
Tangerang, IDN Times - Sebanyak 4 titik di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang masih terendam banjir setinggi 70 centimeter hingga 3 meter pada Selasa (27/1/2026). Diketahui, banjir tersebut mulai menggenang kawasan tersebut usai jebolnya tanggul yang menahan aliran sungai yang ada di dekat kawasan pemukiman tersebut.
"Untuk Perumahan Periuk Damai banjir masih setinggi 2 sampai 3 meter, Perumahan Garden City setinggi 1,8 meter, Vila Mutiara Pluit RW 011 ketinggian 1 meter, dan RW 013 setinggi 70 centimeter," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar.
1. Sebanyak 1.699 jiwa masih mengungsi

Hingga saat ini, pihaknya mendata masih ada 1.699 jiwa yang masih mengungsi di beberapa tempat yang menjadi titik pengusian dengan rincian, Aula Kantor Kecamatan Periuk dan MUI Kecamatan 259 orang, Masjid Al-Jihad 860 orang, Bundaran Mutiara Pluit 380 orang, dan Masjid Al-Wafa sebanyak 200 orang.
"Total terdampak di Kecamatan Periuk ada 6.844 jiwa, namun sebagian besar sudah kembali ke rumah dan ada juga yang bertahan di lantai 2," jelasnya.
2. Pemkot Tangerang menambah 7 pompa untuk menyurutkan air

Mahdiar memastikan, Pemkot Tangerang terus berupaya untuk menyurutkan air, terutama yang masih setinggi 3 meter. Upaya tersebut salah satunya dengan menambah pompa portabel agar air cepat kembali mengalir ke sungai.
"Ada 7 pompa portabel tambahan yang kami operasikan," ungkapnya.
3. Sebanyak 500 karung kisdam juga telah dipasang untuk menghalau air

Selain itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin mengungkapkan, pihaknya telah memasang sekitar 500 karung kisdam di titik tembok yang jebol dan area sekitarnya untuk mencegah luapan air, terutama dari kiriman wilayah hulu. “Kisdam ini kami pasang di titik tembok yang jebol dan sekitarnya. Pengerjaan kami lakukan sampai tuntas agar keselamatan warga benar-benar terjamin,” ungkapnya.
Selain pemasangan kisdam, Pemkot Tangerang juga mengerahkan sembilan unit pompa air sejak banjir terjadi. Pompa dimaksimalkan setelah air mulai surut dan mesin tidak lagi terendam.
“Begitu air mulai surut dan mesin tidak terendam, pompa langsung kami maksimalkan,” jelas Sachrudin.

















