2 Bocah Tewas Tenggelam di Bekas Galian Tambang di Kota Serang

- Kedua korban ditemukan di galian sudah tak bernyawa
- Polisi menyebut ada dua peristiwa yang sama dalam sepekan di Taktakan
- Para keluarga korban memilih tak menempuh jalur hukum
Serang, IDN Times – Bekas galian tambang C di Lingkungan Sitauan Kidul, Kelurahan Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, kembali menelan korban jiwa. Dua anak laki-laki berusia 7 dan 8 tahun ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di kubangan air bekas galian tersebut, Minggu (25/1/2026) malam.
Kedua korban diketahui bernama Adam (8) dan Fattah (7). Warga setempat, Amaru, mengatakan keduanya dilaporkan hilang sekitar pukul 18.00 WIB setelah terakhir terlihat memancing di jembatan yang berada tak jauh dari lokasi bekas galian.
“Habis Magrib sudah rame pada nyari semua,” kata Amaru, salah satu warga setempat, Senin (26/1/2026).
1. Kedua korban ditemukan di galian sudah tak bernyawa

Pencarian dilakukan oleh warga bersama orangtua korban dengan menyisir area sekitar bekas galian tambang hingga hampir tengah malam. Sekitar pukul 23.45 WIB, kedua bocah itu ditemukan di dalam kubangan air dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
“Posisinya sudah meninggal kaku dua-duanya,” ujarnya.
2. Polisi menyebut ada dua peristiwa yang sama dalam sepekan di Taktakan

Insiden tewasnya Adam dan Fattah menjadi kejadian kedua dalam sepekan terakhir di kawasan tersebut. Sebelumnya, seorang anak berusia 10 tahun juga dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di kubangan bekas galian C yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian terbaru.
Kapolsek Taktakan AKP Malik Abraham membenarkan adanya dua peristiwa tenggelamnya anak-anak di wilayah tersebut. Menurut dia, kejadian terbaru diduga terjadi saat kedua korban bermain di sekitar kubangan air bekas galian.
“Iya, ini kejadian kedua. Kalau yang sekarang dugaan sementara korban tenggelam saat bermain. Kalau kejadian Jumat, korban sedang memancing,” kata Malik.
Peristiwa pertama dilaporkan terjadi pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di kubangan bekas galian yang berbatasan dengan Perumahan TBK, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Di lokasi tersebut, polisi menemukan bekas alat pancing serta sisa ikan hasil tangkapan korban bernama Raffaza (10).
“Di tempat kejadian peristiwa Jumat ditemukan bekas kail pancing dan ikan. Lokasinya di genangan air dekat area bata lio yang berbatasan dengan perumahan,” katanya.
3. Para keluarga korban memilih tak menempuh jalur hukum

Pihak keluarga korban pada peristiwa pertama telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memilih tidak menempuh jalur hukum.
Sementara itu, peristiwa tenggelamnya Adam dan Fattah baru diketahui warga pada Minggu malam sekitar pukul 23.45 WIB. Setelah menerima laporan, Kapolsek Taktakan bersama personel kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan serta melayat ke rumah duka.
Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 17.30 WIB, kedua korban sempat diperingatkan agar tidak bermain di sekitar kubangan air bekas galian. Namun hingga malam hari, keduanya tidak kembali ke rumah.
Sekitar pukul 18.15 WIB, orangtua korban bersama warga mulai melakukan pencarian. Upaya tersebut berakhir ketika salah seorang warga menemukan kedua korban berada di dalam kubangan air sekitar pukul 23.45 WIB. Keduanya sempat dievakuasi dan diberikan pertolongan, namun nyawa korban tidak tertolong.
Tak berbeda dengan peristiwa sebelumnya, Malik menyebut pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi. "Keluarga juga memilih tidak melanjutkan peristiwa tersebut ke proses hukum dan menerima kejadian itu sebagai musibah," katanya.

















