Sejumlah Titik Permukiman di Periuk Tangerang Masih Tergenang Banjir

- 1. Sebanyak 1.802 warga masih mengungsi karena terdampak banjir, termasuk di musala, kantor kecamatan, posyandu, masjid, dan gedung olahraga.
- 2. BPBD berkoordinasi untuk memindahkan pompa ke wilayah yang masih tergenang, dengan rencana pemindahan pompa air ke Periuk Damai.
- 3. Dari 9 kecamatan yang terdampak banjir, kini hanya Kecamatan Periuk yang menjadi fokus penanganan, sementara wilayah lain sudah memasuki tahap pembersihan.
Tangerang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengungkap, sejumlah permukiman di wilayah Periuk masih tergenang banjir pada Senin siang (26/1/2026). Ketinggian banjir bervariasi hingga 3 meter.
"Dari 18 titik wilayah banjir di wilayah Periuk, saat ini tersisa beberapa titik lagi dan ketinggian air juga sudah bertahap surut sejak pagi," kata Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar, seperti dikutip dari ANTARA.
1. Sebanyak 1.802 warga masih mengungsi karena terdampak banjir

Sementara itu, sebanyak 1.802 warga masih mengungsi di sejumlah lokasi, trmasuk musala, kantor kecamatan, posyandu, masjid, dan gedung olahraga.
Ia mengatakan lokasi yang masih dilanda banjir, yaitu di Villa Mutiara Pluit, Perumahan Periuk Damai, Perumahan Garden City dan Perumahan Garden City Residence.
"Petugas gabungan terus bersiaga melakukan penanganan bersama Dinas PUPR dan pihak terkait lainnya. Seluruh warga di lokasi pengungsian pun dipastikan ditangani dengan baik, semua kebutuhannya," kata Mahdiar.
2. BPBD berkoordinasi untuk memindahkan pompa ke wilayah yang masih tergenang

BPBD Kota Tangerang, kata Mahdiar, juga terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mengoptimalkan penanganan banjir. Salah satunya dengan rencana pemindahan pompa air ke wilayah yang masih tergenang.
“Pompa yang ada di area itu kami komunikasikan untuk bisa digeser karena sudah cukup kondusif. Nantinya dialihkan ke Periuk Damai supaya area banjir di situ bisa lebih cepat kering,” ujarnya.
Ia juga menuturkan jika sejumlah posko pengungsian di kecamatan lainnya sudah mulai ditutup dan kini tersisa empat posko di wilayah Periuk semuanya. “Sudah banyak yang kosong, tinggal kurang lebih di empat titik itu yang memang masih ada,” ucapnya.
Mahdiar menambahkan, dari 9 kecamatan yang sempat terdampak banjir, kini hanya Kecamatan Periuk yang menjadi fokus penanganan. Sementara wilayah lain, seperti Cipondoh, Karang Tengah, dan Ciledug sudah memasuki tahap pembersihan.
“Teman-teman Damkar, BPBD bersama masyarakat dan LH sudah mulai membersihkan jalan utama, kompleks perumahan, serta fasos-fasum,” ujarnya.

















