Banjir sejumlah daerah di Cilegon (Dok. Istimewa-warga/Ganis)
Menurut Agus, hingga Minggu siang banjir masih belum sepenuhnya surut. Bantuan yang datang baru sebatas perahu karet untuk evakuasi warga, sementara bantuan logistik belum diterima.
“Sampai sekarang belum surut, surutnya lambat. Bantuan baru perahu saja, untuk makan belum ada,” keluhnya.
Keluhan serupa disampaikan warga Kluster Florida, Udin. Ia mengatakan banjir yang terjadi kali ini tergolong cukup parah dengan ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter di dalam rumahnya.
“Hujan itu terjadi saat salat Tarawih. Kalau tidak salah, sekitar jam 24.00 WIB air sudah penuh masuk,” ujar Udin.
Ia menuturkan air masuk dari pintu gerbang klaster hingga mengalir ke rumah-rumah warga.
“Naiknya sampai 1,5 meter, itu bisa dilihat,” katanya.
Akibat banjir tersebut, sebagian besar perabotan rumah tangga miliknya tidak dapat diselamatkan. Bahkan sejumlah kendaraan milik warga ikut terendam.
“Tidak ada yang bisa diselamatkan. Mobil saja ada lima yang terendam,” tuturnya.
Udin menduga banjir tidak hanya disebabkan oleh hujan deras, tetapi juga karena luapan kali yang berada di samping kawasan perumahan.
“Air juga datang dari kali di sana, meluap,” ujarnya.