Debit Sungai di Tangsel Naik, BPBD Minta Warga Waspada Banjir

- Debit air di beberapa sungai Tangerang Selatan meningkat akibat curah hujan tinggi, membuat BPBD menetapkan status siaga banjir di sejumlah titik.
- Kali Cantiga dan Kali Angke berstatus siaga 2 dengan potensi banjir di kawasan Pondok Aren dan Serpong Utara, sementara Kali Serua berstatus siaga 3.
- BMKG memperingatkan potensi hujan lebat di Banten karena pengaruh bibit siklon tropis 90S yang dapat berkembang dalam waktu dekat.
Tangerang Selatan, IDN Times — Debit air di sejumlah daerah aliran sungai di Kota Tangerang Selatan, Banten, dilaporkan meningkat akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir.
Komandan Peleton Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang Selatan, Dian Wiryawan, mengatakan saat ini terdapat beberapa titik yang berstatus siaga banjir.
“Siaga 2 pada dua titik lokasi,” kata Dian, Minggu (8/3/2026).
1. Kali Cantiga dan Kali Angke berstatus siaga

Dian menjelaskan, titik pertama berada di Kali Cantiga, kawasan Japos, Kecamatan Pondok Aren. Berdasarkan pantauan meteran air pada pukul 12.05 WIB, tinggi muka air mencapai 255 sentimeter. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan banjir di kawasan sekitar, terutama di Jalan Raya Ceger.
Titik kedua berada di Kali Angke, Jelupang, Kecamatan Serpong Utara. Pada pagi hari, tinggi muka air di lokasi tersebut mencapai 315 sentimeter.
Dua kawasan permukiman yang berpotensi terdampak adalah Perumahan Kayu Gede di Kelurahan Pakujaya serta Perumahan Villa Mutiara.
2. Kali Serua berstatus siaga 3

Selain dua lokasi tersebut, BPBD juga mencatat status siaga 3 di wilayah Pondok Kacang Timur. Tinggi muka air di Kali Serua tercatat mencapai 270 sentimeter.
Kondisi ini berpotensi berdampak pada warga di Perumahan Pondok Maharta dan Perumahan Kaveling Bulak.
3. BMKG peringatkan potensi hujan lebat

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprakirakan adanya potensi hujan lebat di wilayah Banten pada periode 4–10 Maret 2026.
Kepala Balai Besar Wilayah II BMKG, Hartanto, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi keberadaan bibit siklon tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat.
Bibit siklon tersebut memiliki peluang sedang hingga tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah timur dalam 24 jam ke depan.
“Sistem tersebut membentuk daerah pertemuan angin di sepanjang Pulau Jawa sehingga mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Provinsi Banten,” ujarnya.


















