Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bank Sampah di Tangsel Daur Ulang Plastik Jadi Plakat Bernilai Tinggi

Proses pemilahan sampah di Bank Sampah Kertabumi
Proses pemilahan sampah di Bank Sampah Kertabumi, Tangsel (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Intinya sih...
  • Sampah botol minuman kemasan memiliki kualitas terbaik
  • Sampah tutup botol plastik bakal menggunakan mesin CNC
  • Cermati Fintech Group berikan mesin pengolah sampah anorganik ke Bank Sampah Kertabumi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Permasalahan sampah di Indonesia saat ini cukup mengkhawatirkan, bukan hanya pada tempat pembuangan akhir yang terbatas, tetapi juga budaya masyarakat yang belum terbiasa memilah sampah sedari rumah. Padahal, jika dipilah dengan benar, sampah bisa didaur ulang yang menghasilkan produk bernilai tinggi.

Direktur Utama Kertabumi Recycling Utama, Ikbal Alexander mengungkapkan, pemilahan sampah sedari rumah sangat menentukan kualitas produk daur ulang yang dihasilkan.

"Untuk sampah tutup botol minuman, maksimal itu tujuh menit dari pemakaian, jadi belum dicampur dan tercemar zat-zat kontaminasi lain," kata Ikbal di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Kamis (8/1/2026).

1. Sampah botol minuman kemasan memiliki kualitas terbaik

Proses pemilahan sampah di Bank Sampah Kertabumi
Proses pemilahan sampah di Bank Sampah Kertabumi, Tangsel (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Ikbal mengungkapkan, sampah botol minuman kemasan plastik PET, seperti air minum kemasan, tutup galon plastik sekali pakai, tutup galon isi ulang, memiliki nilai paling tinggi. Hal tersebut lantaran tutup botol biasanya paling aman dan food grade sehingga bisa diolah untuk berbagai macam produk daur ulang.

"Makanya, kami tidak bisa menerima tutup botol plastik yang sudah dibuang ke alam, ke TPA, karena sudah tercampur berbagai macam zat kontaminasi kalau untuk dijadikan produk daur ulang bernilai," ungkapnya.

Meski begitu, Bank Sampah Kertabumi tetap menerima sampah dalam bentuk lain seperti plastik kantong kresek, bubblewrap, bungkus mi instan, bungkus kopi, dan berbagai macam kemasan nonorganik yang sulit didaur ulang. Nantinya, sampah tersebut diolah dengan mesin pyrolisis yang bisa mengubah sampah menjadi solar dan bensin.

"Dalam lima kilogram sampah yang diolah, bisa menjadi empat hingga lima liter solar, lalu untuk bensin sekitar dua hingga tiga liter, dan kami gunakan kembali untuk kendaraan operasional di bank sampah ini," jelasnya.

2. Sampah tutup botol plastik bakal menggunakan mesin CNC

Proses pemilahan sampah di Bank Sampah Kertabumi
Proses pemilahan sampah di Bank Sampah Kertabumi, Tangsel (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sedangkan, untuk proses pengolahan sampah tutup botol plastik setelah dipilah, petugas bank sampah akan memilah sesuai warna. Selanjutnya tutup botol dicacah menggunakan mesin otomatis. Setelah berbentuk cacahan, plastik akan dipanaskan hingga berbentuk cair, dan dibentuk persegi layaknya papan dengan cara dipadatkan menggunakan mesin press.

Selanjutnya, padatan plastik seperti papan akan dipotong sesuai bentuk yang diinginkan menggunakan mesin CNC. Mesin tersebut layaknya robot yang diprogram komputer untuk bergerak memotong papan sesuai yang diinginkan, seperti plakat berbagai bentuk, tatakan gelas, dan lainnya.

"Bisa berbentuk apapun selama dua dimensi," jelasnya.

Bank Sampah menerima order plakat dari berbagai konsumen dengan jumlah ratusan per bulannya. Plakat tersebut diminati lantaran bisa dipesan dalam berbagai bentuk dan warna.

"Itulah yang membuat sampah harus dipilah sesuai warna sehingga bisa disesuaikan dengan pesanan," jelasnya.

Sayangnya, saat ini pihaknya baru menerima dua hingga tiga ton sampah per hari dari tiga ribu warga sekitar bank sampah tersebut. Padahal, pihaknya membutuhkan tiga puluh hingga empat puluh ton sampah plastik per harinya untuk bisa memenuhi pesanan daur ulang dari konsumen.

"Karena di Indonesia, sampah yang terdaur ulang itu hanya 9 persen dari jumlah total keseluruhan sampah," ungkapnya.

3. Cermati Fintech Group berikan mesin pengolah sampah anorganik ke Bank Sampah Kertabumi

Proses pemilahan sampah di Bank Sampah Kertabumi
Proses pemilahan sampah di Bank Sampah Kertabumi, Tangsel (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Untuk mendukung kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, Cermati Fintech Group yang mencakup Cermati, Cermati Protect, Cermati Invest, Indodana Finance, dan Indodana Fintech, Cermati Fintech Group memberikan mesin pengolah sampah anorganik CNC di Kertabumi Recycling Center, Tangerang Selatan dalam program Corporate Social Responsibility (CSR).

Selain dukungan mesin, Cermati Fintech Group juga fokus pada pengelolaan sampah anorganik dari berbagai material operasional mulai dari kertas, kain, hingga plastik dan impraboard. Inisiatif program ini berhasil mengumpulkan hingga 660 kilogram sampah gabungan yang siap diolah kembali melalui tangan terampil di Bank Sampah Kertabumi yang terampil, warga setempat yang tergabung dalam Karang Taruna dan PKK menjadi produk kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi.

CEO Cermati Fintech Group, Andhy Koesnandar mengatakan, mengatakan, Cermati Fintech Group mengapresiasi komitmen Kertabumi setiap rupiah yang dihasilkan dari hasil penjualan akan diputar kembali untuk mendukung operasional dan kesejahteraan warga, sekaligus memastikan roda ekonomi sirkular ini terus bergerak dan memberikan manfaat berkelanjutan.

"Melalui pemanfaatan material branding menjadi produk fungsional, kami mengambil pendekatan kreatif untuk meminimalisir jejak karbon operasional dan memastikan material promosi kami memiliki siklus hidup yang lebih panjang dan bermanfaat," jelasnya.

Direktur Indodana Finance, Iwan Dewanto, mengatakan melalui program ini, pihaknya ingin mengubah paradigma bahwa sampah bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari nilai baru.

“Fokus kami bukan sekadar pada mesin pengolah sampah, melainkan pada peningkatan pemberdayaan masyarakatnya," tuturnya.

Pihaknya berharap warga sekitar Kertabumi Recycling Center dapat mengasah potensi ekonomi kreatif mereka, sehingga sampah yang dikelola mampu memberikan manfaat nilai tambah finansial.

"Serta dapat melihat peluang usaha yang dapat tumbuh dari proses daur ulang untuk terciptanya kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Banten

See More

Program Biopori Kantor, Cara DCKTR Tangsel Kurangi Sampah

09 Jan 2026, 19:45 WIBNews