Bantah Harga BBM Naik 1 April, Pertamina: Pasokan Aman di Banten

- Pertamina membantah isu kenaikan harga BBM non-subsidi per 1 April 2026 dan menegaskan belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga tersebut.
- Stok BBM di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dipastikan aman, masyarakat diminta tidak panic buying serta menggunakan BBM sesuai kebutuhan.
- Permintaan bensin naik 17,7 persen selama periode mudik Lebaran 2026, namun Pertamina memastikan pasokan tetap stabil sambil mengajak masyarakat berhemat energi.
Tangerang, IDN Times - Muncul perihal adanya materi presentasi berlogo Pertamina Patra Niaga yang memuat perkiraan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi pada 1 April 2026. Dalam foto yang beredar di akun X @MurtadhaOne1, BBM Pertamax bakal dibanderol dengan harga Rp17.850 per liter.
Susanto August Satria selaku Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Barat meminta masyarakat untuk menyikapi informasi dengan bijak dan belum tentu kebenarannya.
"Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026," kata Satria, Selasa (31/3/2026).
1. Pertamina juga memastikan stok BBM aman

Satria juga memastikan, hingga kini stok BBM masih aman dan terjaga dengan baik untuk mencukupi kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
"Masyarakat diimbau untuk tidak panic buying dan menggunakan BBM sesuai kebutuhannya," jelasnya.
2. Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk mendapat informasi harga BBM dari laman resmi

Satria mengimbau agar masyarakat yang ingin mengetahui harga resmi BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com maupun sosial media resmi Pertamina.
"Pertamina mendukung imbauan Pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak," tuturnya.
3. Pertamina juga mencatat adanya kenaikan permintaan bensin saat angkutan lebaran

Selain itu, Satria menjelaskan, pada periode tanggal 9 - 30 Maret 2026 ada peningkatan penyaluran BBM di Regional JBB mulai produk bensin sebesar 17,7 persen dari kondisi normal seiring meningkatnya perjalanan kendaraan selama periode mudik dan Gasoil turun 19,1 persen seiring dengan berlakunya Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran 2026/1447 H oleh kementerian dan Kepolisian. Meski demikian, kondisi stok BBM di wilayah Regional JBB dipastikan berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Peningkatan permintaan BBM khususnya produk gasoline (bensin) ini disebut sebagai hal wajar diiringi dengan tingginya arus kendaraan yang melintas saat arus balik dan harapannya setelah libur Lebaran masyarakat dapat lebih bijak menggunakan BBM sesuai dengan kebutuhan,” ungkap Satria.
Lebih lanjut Satria menyatakan bahwa Pertamina telah berkomitmen untuk menghemat energi, yang diterapkan secara nyata di lingkungan kerja dan operasional Pertamina. Selain itu, Pertamina juga melakukan berbagai inisiatif untuk mendorong budaya hemat energi, sekaligus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam penggunaan energi yang lebih bijak dan efisien sebagai upaya dalam menjaga stabilitas energi nasional.
“Penghematan energi di lingkungan perusahaan merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung upaya Pemerintah dalam menjaga keberlanjutan energi di masyarakat," tuturnya.
Satria juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam menggunakan BBM secara bijak untuk mendukung ketahanan energi nasional. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan.
"Karena pasokan energi akan terus kami jaga agar tetap tersedia dan tersalurkan dengan baik dan tepat di masyarakat,” kata Satria.















