Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BBM Naik dan Rupiah Lemah, Harga 5 Komoditas di Banten Ini Melonjak

BBM Naik dan Rupiah Lemah, Harga 5 Komoditas di Banten Ini Melonjak
Ilustrasi belanja di pasar tradisional (pexels.com/Hugo Heimendinger)
Intinya Sih
  • Disperindag Banten mencatat lima komoditas naik harga, dengan bawang putih honan alami lonjakan tertinggi akibat pelemahan rupiah terhadap dolar dan ketergantungan pada impor.
  • Kenaikan harga juga terjadi pada ikan kembung, bawang bombai, dan kedelai impor; sebagian dipicu faktor cuaca, kurs dolar, serta potensi dampak kenaikan BBM terhadap biaya distribusi.
  • Iwan Hermawan mewaspadai efek lanjutan dari kenaikan harga jagung impor yang bisa memicu naiknya harga daging ayam dan telur, sementara harga beras di Banten masih stabil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Serang, IDN Times – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten mencatat harga lima komoditas mengalami kenaikan harga dalam 10 hari terakhir.

Berdasarkan data pantauan harga periode 2-12 Juni 2026, bawang putih menjadi komoditas dengan lonjakan tertinggi, sementara harga ikan kembung, bawang bombai, dan kedelai impor juga naik.

1. Naik gara-gara nilai rupiah lemah terhadap dolar

ilustrasi pasar tradisional (pexels.com/tsaqif-ss)
ilustrasi pasar tradisional (pexels.com/tsaqif-ss)

Kepala Disperindag Banten, Iwan Hermawan, menjelaskan kenaikan tertinggi terjadi pada bawang putih honan yang naik dari Rp32.875 menjadi Rp36.375 per kilogram, atau meningkat 10,65 persen. Selain itu harga bawang putih kating naik cukup signifikan dari Rp38.800 per kilogram menjadi Rp42.200 atau naik 8,76 persen.

Menurut Iwan, kenaikan harga pada komoditas bawang putih tidak terlepas dari faktor nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. "Kebutuhan bawang putih nasional masih sangat bergantung pada pasokan impor sehingga perubahan kurs mata uang asing akan langsung memengaruhi harga jual di pasaran," kata Iwan, Senin (15/6/2026).

Komoditas yang juga mengalami kenaikan adalah ikan kembung. Harga ikan tersebut naik dari Rp38.500 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram atau meningkat 3,90 persen. Berbeda dengan bawang putih, kenaikan harga ikan kembung tidak dipengaruhi oleh penguatan dolar karena merupakan komoditas yang diproduksi di dalam negeri.

“Ikan kembung itu dihasilkan dalam negeri sendiri ya. Itu biasanya berhubungan dengan cuaca atau mungkin musimnya. Jadi lebih kepada ketersediaan barang yang berkurang karena terkendala cuaca dan faktor musim,” kata Iwan.

2. Ini daftar pangan dan kenaikannya

Situasi di Pasar Tradisional km 5 Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Situasi di Pasar Tradisional km 5 Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Komoditas lain yang mengalami kenaikan adalah bawang bombai. Dalam periode yang sama, harga bawang bombai naik dari Rp34.375 per kilogram menjadi Rp35.125 per kilogram atau meningkat 2,18 persen. Sementara harga kedelai impor naik dari Rp13.444 menjadi Rp13.694 per kilogram atau bertambah 1,86 persen.

Iwan menjelaskan, untuk komoditas impor seperti kedelai, perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar menjadi faktor yang cukup berpengaruh terhadap harga jual. Sebab, biaya impor akan meningkat ketika nilai tukar rupiah melemah.

Meski demikian, ia menegaskan tidak semua komoditas yang mengalami kenaikan harga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kurs dolar. Sejumlah komoditas lokal juga mengalami kenaikan akibat terbatasnya pasokan di dalam negeri.

“Bawang merah juga sama, berkaitan dengan kondisi dalam negeri. Jadi bukan karena dolar,” ujarnya.

Selain faktor kurs, Disperindag Banten juga mulai mencermati potensi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap biaya distribusi barang. Menurut Iwan, biaya logistik merupakan salah satu komponen penting yang menentukan harga komoditas di tingkat konsumen.

Saat ini harga BBM non-subsidi jenis Pertamax diketahui mengalami kenaikan. Ia berharap kondisi tersebut tidak berdampak terhadap distribusi bahan pokok karena sebagian besar angkutan logistik masih menggunakan BBM bersubsidi.

“Sekarang kan Pertalite belum naik. Logistik banyak yang masih menggunakan Pertalite. Mudah-mudahan tidak terjadi kenaikan sehingga faktor kenaikan harga yang dipicu BBM untuk rantai pasoknya bisa tetap terjaga,” katanya.

Di tengah kenaikan sejumlah komoditas tersebut, Disperindag memastikan harga beras di Banten masih relatif stabil dan belum terdampak gejolak nilai tukar dolar. Saat ini harga beras medium tercatat sebesar Rp13.278 per kilogram, sedangkan beras premium berada di angka Rp14.736 per kilogram.

"Harga tersebut masih tergolong normal karena masih berada di sekitar batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Untuk beras medium, HET yang berlaku berada di angka Rp13.500 per kilogram," katanya.

3. Khawatir harga jagung impor picu kenaikan daging ayam

Menko Pangan Zulhas dan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono melihat penjual daging ayam di Banyumas. (IDN Times/Dok Humas Kemenko Pangan)
Menko Pangan Zulhas dan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono melihat penjual daging ayam di Banyumas. (IDN Times/Dok Humas Kemenko Pangan)

Meski dampak kenaikan dolar terhadap bahan pokok saat ini belum terlalu terasa, Iwan mengaku lebih mengkhawatirkan potensi kenaikan harga jagung impor yang digunakan sebagai bahan baku pakan ternak. Jika harga pakan meningkat, maka harga daging ayam dan telur diperkirakan akan ikut terdorong naik.

“Akan berimplikasi kepada harga daging ayam. Kemudian jagung juga sampai saat ini masih bisa menggunakan stok lama sebelum nilai dolar naik. Selain itu vitamin untuk ayam pedaging maupun ayam petelur juga diperkirakan akan terdampak ke depan. Jadi memang perlu mewaspadai hal tersebut,” tuturnya.

Ia menambahkan, salah satu dampak yang mulai terasa saat ini justru terjadi pada komoditas non-pangan, yakni plastik. Harga plastik disebut telah mengalami kenaikan dari Rp15 ribu menjadi Rp18 ribu per ikat atau naik sekitar Rp3 ribu.

“Kalau bahan pokok sampai sekarang belum begitu terdampak karena kenaikan dolar. Tapi hal ini perlu kita waspadai ke depan. Mudah-mudahan dolar bisa kembali di angka psikologis Rp16 ribu atau Rp17 ribu,” ucapnya

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Banten

See More