Sandra mengingatkan, nyeri sendi pada RA memang sangat mengganggu aktivitas penyandangnya, apalagi saat sedang kambuh. Bengkak sendi bisa membuat penyandangnya tak bisa aktivitas bahkan jika terjadi di pergelangan kaki bisa membuat tak bisa berjalan.
"Tapi, perlu diingat bahwa nyeri sendi mungkin bisa hilang dengan obat penghilang sendi, tapi kita harus tangani sumbernya," kata Sandra.
Sandra mengungkapkan, saat ini, berbagai intervensi sudah bisa diberikan kepada penyandang RA, namun harus dilakukan hal sedini mungkin sejak gejalanya terasa. Jika pengobatan diberikan dini, maka tingkat keberhasilan dan pengendalian RA akan lebih mudah.
"Bahkan, bisa mencapai remisi dan lepas obat," jelasnya.
Namun, ia menegaskan, banyak penyandang autoimun yang memilih menunda pengobatan dokter dan mencoba pengobatan tradisional. Sayangnya, menunda pengobatan dokter biasanya malah membuat pasien terlambat mendapat pengobatan yang seharusnya.
"Bahkan kebanyakan datang dengan kondisi sendi sudah bengkok dan tidak lagi bisa berjalan, ini sangat disayangkan karena bengkok sendi ini bersifat irreversible," ungkapnya.
Sandra menerangkan, saat datang ke dokter reumatologi, memang dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang laboratorium, seperti pemeriksaan Rheumatoid Factor (RF) dan Anti-Cutrullinated Protein Antibody (ACPA), termasuk anti-CCP, serta pemeriksaan pencitraan bila diperlukan.
"Perlu diingat jika pemeriksaan RF-nya negatif tidak otomatis seseorang tidak mengalami RA, ada kondisi yang disebut RA seronegative. Karena itu diagnosis harus tetap berdasarkan kombinasi gejala klinis, pemeriksaan dokter, dan pemeriksaan penunjang," jelasnya
Jika sudah tegak diagnosis RA, dokter biasanya akan memberikan beberapa pengobatan, misalnya saja DMARD (Disease-Modifying Antirheumatic Drugs) maupun agen biologik dan targeted therapy.
"Makanya, sangat penting diagnosa bisa dilakukan sedini mungkin agar pengobatan bisa maksimal, meski autoimun tidak bisa sembuh namun bisa dikendalikan agar tidak menyebabkan cacat permanen," pungkasnya.