Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BKKBN Sebut 258 Ribu Anak di Banten Bermasalah Gizi
Dok. Istimewa/BKKBN
  • 258 ribu anak di Banten bermasalah dengan gizi, 38 ribu diantaranya mengalami stunting
  • BKKBN bekerjasama dengan perbankan dan Baznas untuk gerakan orang tua asuh cegah stunting
  • Program ini bertujuan membantu 27.676 keluarga beresiko stunting di Provinsi Banten
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Serang, IDN Times - Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Banten, Rusman Effendi menyebut, ada 258 ribu anak di Banten bermasalah dengan gizi. Dari ratusan ribu anak tersebut, sebanyak 38 ribu anak di Banten mengalami stunting atau gangguan tumbuh kembang anak.

"Kami memiliki tantangan yang sangat besar, karena di Banten ada 38 ribu anak masuk dalam kategori stunting," kata Rusman saat kunjungan ke Kota Serang, Banten, Kamis (5/12/2024).

1. Program ini fokus pemenuhan gizi dan perbaikan lingkungan

Oleh karena itu lanjut Rusman, BKKBN, bekerjasama dengan perbankan dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk menginisiasi gerakan orang tua asuh cegah stunting untuk mendukung keluarga yang berisiko stunting.

"Gerakan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dengan fokus pada tiga pilar utama, pemenuhan gizi, perbaikan sanitasi, dan akses air bersih," katanya.

2. Program ini menargetkan sasar 27 ribu keluarga berisiko stunting

Ilustrasi stunting (pexel)

Selain itu, program ini juga bertujuan memberikan bantuan perbaikan lingkungan serta edukasi kepada masyarakat, terutama kepada ibu hamil, menyusui dan anak balita dari keluarga miskin.

"Program ini di Provinsi Banten ditargetkan dapat membantu 27.676 keluarga berisiko stunting di wilayah ini," katanya.

3. Program ini bakal mengutamakan pemenuhan gizi

ilustrasi bayi baru lahir (pexels.com/Vidal Balielo Jr)

Ia mengungkapkan, program tersebut mengutamakan pemenuhan kebutuhan gizi selama 1000 hari pertama kehidupan, yang sangat vital bagi tumbuh kembang anak. 

"Agar mencegah anak menjadi risiko stunting," katanya.

Editorial Team

Related Article