Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BMKG Imbau Warga Tak Dekati Lokasi Longsor Pagedangan

BMKG Imbau Warga Tak Dekati Lokasi Longsor Pagedangan
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
Intinya Sih
  • Longsor di Kampung Pabuaran disebabkan curah hujan tinggi, BMKG imbau masyarakat jauhi lokasi longsor.
  • Hujan tinggi sejak 3 November di wilayah Pagedangan, curah hujan mencapai 66,68 mm perhari pada 5 November.
  • Peringatan cuaca berlanjut, pekerja diharapkan hati-hati karena potensi tanah bergerak dan longsor masih tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tangerang, IDN Times - Longsor yang mengakibatkan jalan antar desa di Kampung Pabuaran, Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang disebabkan oleh curah hujan tinggi sesaat sebelum kejadian. Untuk itu, Sutiyono, Ketua Tim Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II Tangerang mengimbau masyarakat tidak dekati lokasi longsor terlebih dahulu.

“Hari ini masih diperkirakan hujan di sertai petir, baru mereda besok. Jadi saya sudah sampaikan ke pengembang, agar pekerja lebih berhati-hati, jangan mendekati tanah retak, kalau diinjak dua tiga orang bisa ambrol,”ujarnya, Kamis (7/11/2024).

1. Curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut cukup tinggi

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Sutiyono mengungkapkan, kecepatan hujan yang terjadi sejak 3 November 2024 di wilayah Pagedangan memang cukup tinggi, yakni 47,2 mm perhari. Kemudian berlanjut di tanggal 4 November.

"Dan pada tanggal 5 November, curah hujannya cukup besar, dimulai dari 66,68 mm perhari, lalu di jam 15.30 sampai 16.30 semakin tinggi yakni 55,8 mm/jam,” ungkap Sutiyono.

2. BMKG telah mengeluarkan peringatan terkait aktivitas luar ruangan

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Pada hari terjadinya longsor, lanjut Sutiyono, pihaknya juga telah mengeluaran peringatan per tiga jam, agar masyarakat lebih hati-hati dalam melakukan aktivitas di luar ruangan. Bukan hanya karena curah hujan, di sekitar jalan raya yang longsor tersebut juga terdapat penampungan air, namun salurannya kecil.

"Juga di samping jalan pun langsung tebing, dimana di bawahnya langsung mengalir sungai. Inilah yang menambah penyebab terjadinya longsor dan jalan amblas sedalam kurang lebih 5 meter," kata Sutiyono.

3. BMKG telah meminta tanah lokasi longsor diisolasi

IDN Times/Maya Aulia Aprilianti
IDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Peringatan cuaca pun tetap berlanjut hingga hari ini dan beberapa hari ke depan. Sehingga, para pekerja diharapkan berhati-hati lagi bila ingin beraktifitas di sekitar jalan amblas ataupun hendak memperbaiki jalan tersebut.

Sebab, bila hujan turun, potensi tanah bergerak dan longsor masih menghantui kawasan rawan bencana alam. Terlebih di sekitar kawasan longsor, masih terlihat jelas tanah belah, retak, dan juga di bawahnya berpotensi tanah bergeser akibat arus air sungai yang deras.

“Saya minta di police line, agar pekerja atau masyarakat jangan mendekat,” tegasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Maya Aulia Aprilianti
Ita Lismawati F Malau
Maya Aulia Aprilianti
EditorMaya Aulia Aprilianti

Latest News Banten

See More